Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Prancis Selidiki Dua Murid 12 Tahun Diduga Dukung Pembunuhan Guru

Prancis Selidiki Dua Murid 12 Tahun Diduga Dukung Pembunuhan Guru Polisi Prancis berjaga-jaga setelah serangan pisau di Nice. ©2020 Valery HACHE / AFP

Merdeka.com - Dua anak berusia 12 tahun kini sedang diselidiki oleh polisi Prancis karena dicurigai mendukung terorisme atas komentar mereka ketika acara penghormatan kepada guru Samuel Patty yang tewas dipenggal kepalanya bulan lalu.

Dilansir dari laman Al Arabiya, Rabu (4/11) Jaksa penuntut di kota timur Strasbourg mengatakan, kedua siswa tersebut memberikan komentar ketika acara mengheningkan cipta selama satu menit untuk menghormati kematian Samuel Paty.

Jaksa juga mengatakan kedua anak itu tampaknya menyarankan selama diskusi di kelas bahwa Paty pantas mati karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad yang telah diterbitkan ulang oleh mingguan satir Charlie Hebdo.

Mereka menambahkan, dua insiden serupa juga dilaporkan melibatkan anak-anak berusia delapan dan sembilan tahun yang mendorong penyelidikan dari lembaga kesejahteraan sosial.

Menteri Dalam Negeri Gerard Darmanin mengatakan, 66 penyelidikan atas dugaan dukungan terorisme telah digelar sejak kematian Paty pada 16 Oktober, setelah peringatan kepada pengawas ekstremisme daring Prancis, Pharos.

“Interogasi sering kali melibatkan kaum muda, berusia 12 hingga 16 tahun yang suka memakai bahasa yang sangat menjijikkan,” jelas Darmanin kepada parlemen Prancis.

"Seringkali komentar dan citra mencerminkan kekerasan ekstrim 'yang diilhami oleh kelompok Negara Islam (ISIS) yang sangat mengkhawatirkan',” tambahnya.

Paty dibunuh bulan lalu dekat sekolahnya di luar Paris oleh seorang pria Chechnya berusia 18 tahun setelah menunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelasnya.

Reporter Magang: Galya Nge

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP