Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Politisi Pakistan ditembak mati di Karachi

Politisi Pakistan ditembak mati di Karachi Kericuhan politik Pakistan. ©Reuters/Ahmed Naseer

Merdeka.com - Kelompok bersenjata membunuh seorang politisi dari partai Imran Khan di kota pelabuhan Karachi sehari menjelang kelanjutan pemiliha umum pada 11 Mei, yang tertunda di kota itu, ditandai dengan lebih dari 150 orang tewas.

Zohra Hussain, 59 tahun, wanita wakil ketua cabang partai Tehreek-e-Insaf Pakistan (PTI) di Provinsi Sindh, disasar tiga pria bersenjata mengendarai sepeda motor di dekat rumahnya di bagian kota itu pada Sabtu malam, atau Minggu (19/5) WIB.

Mantan bintang kriket Pakistan Imran Khan segera menyalahkan tindakan itu kepada partai Gerakan Muttahida Qaumi (MQM), yang para anggotanya adalah mayoritas berbahasa Urdu, dan khususnya pemimpinnya Altaf Hussain,yang tinggal di pengasingan di London.

"Saya membebankan tanggung jawab langsung kepada Altaf Hussain atas pembunuhan itu karena ia secara terbuka mengancam para anggota dan pemimpin PTI melalui siaran-siaran publik," kata Khan di twitternya, yang menyebut pembunuhan itu "sebagai satu tindakan teror yang telah direncanakan.

Ia terkejut dan sangat sedih atas pembunuhan yang kejam itu.

Firdous Shamim, seorang pemimpin lokal PTI mengemukakan kepada AFP bahwa Zohra Hussain "sedang meninggalkan rumahnya untuk melakukan beberapa pekerjaan ketika tiga pria bersenjata itu menyerang dia. Ia mengira mereka ingin menangkap dia tetapi ternyata kemudian mereka membunuh dia".

Polisi mengatakan semua tiga pria bersenjata itu melarikan diri setelah serangan itu.

"Mereka menembak dia dengan satu butir peluru dekat dagunya dan ia tewas," kata perwira senior polisi Nasir Aftab kepada AFP.

Motif di balik penembakan itu tidak jelas dan tidak ada yang mengaku bertanggung jawab segera atas serangan itu.

Pembunuhan itu terjadi beberapa jam sebelum pemungutan suara yang menurut rencana akan dimulai di 43 tempat pemungutan suara di Karachi berdasarkan satu keputusan penundaan pemungutan suara karena tuduhan terjadi kecurangan pada pemilu akhir pekan lalu.

Ketegangan meningkat antara PTI dan MQM, partai yang menguasai Karachi, setelah partai Khan menuduh pesaingnya itu melakukan kecurangan luas. MQM membantah tuduhan itu dan mengumumkan pemboikotan pemungutan suara itu.

PTI dan partai Jamaat-e-Islami telah melakukan protes di seluruh negara itu terhadap ketidakberesan pelaksanaan pemungutan suara itu. (mdk/tts)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP