Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Politikus sayap kiri Mesir maju dalam pemilihan presiden

Politikus sayap kiri Mesir maju dalam pemilihan presiden Politikus sayap kiri Mesir, Hamdeen Sabbahi, saat mendatangi kantor komite pemilihan umum di Kairo u. alarabiya.net

Merdeka.com - Politikus sayap kiri Mesir Hamdeen Sabbahi hari ini secara resmi mengajukan diri untuk turut berlomba dalam pemilihan presiden bakal diselenggarakan pada bulan depan, di mana dia akan menghadapi mantan pemimpin Panglima Militer Mesir Abdel Fattah al-Sisi, yang telah mendapat gelombang popularitas di Negara Piramida itu.

Menurut tim kampanye Sabbahi, dia telah menyerahkan dokumen-dokumen diperlukan untuk ikut dalam pemilihan presiden yang akan diselenggarakan pada 26-27 Mei. Pekan lalu, politikus sayap kiri itu telah mengumpulkan 31.100 suara dukungan dari 17 provinsi. Jumlah dukungan yang diperlukan adalah 25.000, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Sabtu (19/4).

Setelah mengirimkan dokumen pencalonannya kepada komisi pemilihan umum, Sabbahi mengatakan kepada para pendukungnya, 'Dengan kehendak Tuhan, kita akan melancarkan pertempuran besar dan menang'.

Tapi dia berharap untuk menghadapi peperangan yang keras terhadap Sisi yang mengumpulkan 200.000 suara dukungan, sebelum secara resmi mengajukan tawaran untuk mencalonkan diri dalam pemilihan presiden pada Senin lalu. Popularitas Sisi melonjak setelah menggulingkan mantan Presiden Muhammad Mursi pada Juli tahun lalu di tengah protes jalanan secara besar-besaran, dan dia secara luas diharapkan memenangkan pemilihan presiden.

Pendaftaran Sabbahi datang sehari sebelum batas akhir periode pendaftaran ditetapkan oleh komisi pemilihan umum. Saat itu Sabbahi didampingi oleh puluhan pendukungnya, yang turut bersorak untuk kandidat presiden mereka dan berteriak, 'Sabbahi adalah simbol kebebasan!'.

Mereka membawa kotak-kotak berisi dokumen telah ditandatangani untuk diserahkan kepada komite pemilihan umum.

Sabbahi, seorang tokoh yang telah lama menjadi oposisi itu, dipenjara selama pemerintahan Husni Mubarak dan pendahulunya Anwar Sadat. Dia berada di posisi ketiga dalam pemilihan presiden Mesir pertama yang dilakukan secara bebas pada 2012, setahun setelah Mubarak digulingkan oleh sebuah pemberontakan terinspirasi Revolusi Arab (Arab Spring).

Komisi pemilihan umum Mesir akan mengumumkan kandidat akhir calon presiden pada 2 Mei mendatang, dan pelaksanaan kampanye secara resmi akan dimulai sehari kemudian. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP