Polisi Turki tangkap 6 orang usai dubes Rusia dibunuh
Merdeka.com - Polisi telah menahan enam orang diduga kuat terlibat dengan aksi penembakan yang menewaskan Duta Besar Rusia untuk Turki, Andrey Karlov. Hal tersebut diungkapkan oleh sumber keamanan setempat.
Kantor berita Reuters, Rabu (21/12), melaporkan keenam orang itu diketahui rekan sesama polisi dari pelaku penembakan, Mevlut Mert Aydintas (22). Mereka ikut meneriakkan "Jangan lupakan Aleppo," saat penembakkan dilakukan.
Saat ini, polisi masih menyelidiki sampai sejauh mana keterlibatan keenam orang tersebut. Sementara Aydintas telah ditembak mati polisi pasca kejadian berlangsung.
Sebelumnya, seorang petugas polisi Turki menembak mati Karlov di sebuah pameran seni di Ankara, Senin waktu setempat. Kejadian tersebut berlangsung begitu cepat dan direkam secara langsung oleh beberapa juru kamera yang tengah meliput.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, pembunuhan itu merupakan bentuk provokasi hubungan Turki dan Rusia. Putin bersumpah untuk meningkatkan keamanan di setiap misi diplomatik.
"Pembunuhan ini jelas merupakan provokasi yang bertujuan merusak normalisasi hubungan Rusia-Turki serta untuk mengganggu proses perdamaian di Suriah dipromosikan oleh Rusia, Turki, Iran dan negara-negara lain tertarik untuk mempromosikan menetap krisis di Suriah," kata Putin.
Sementara itu, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan, pembunuhan itu tidak akan menyurutkan upaya kedua negara untuk membangun hubungan yang lebih kuat.
"Kita tahu bahwa ini adalah provokasi menghancurkan hubungan antara Turki dan Rusia selama proses normalisasi ini. Semua harapan apa yang ingin mereka capai dengan serangan ini akan sia-sia dan tidak pernah terjadi," kata Erdogan.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya