Polisi tahan dua orang dicurigai pelaku penembakan polisi di Dallas
Merdeka.com - Kepolisian Dallas menangkap dua orang pria yang dicurigai memiliki kaitan dengan penembakan polisi di Dallas, Amerika Serikat.
Seorang petugas menyebutkan, dua orang ini dicurigai karena membawa tas kamuflase, kemudian berjalan cepat-cepat dan melemparkan tas tersebut ke kursi belakang mobil mereka.
"Mobil yang digunakan merek Mercedes warna hitam, setelah memasukkan tas, mobil dikemudikan dengan kecepatan tinggi. Jadi kami mengikutinya," kata petugas seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (8/7).
Petugas yang curiga mengikuti mobil tersebut dan menghentikan mereka di I-35E dan Kiest. Polisi langsung menahan dan menyelidiki kedua orang tersebut.
Penembakan terjadi di Dallas, Kamis malam, sekitar pukul 8.45 waktu setempat. Pelaku penembakan masih dicari oleh polisi.
Diduga penembakan dilakukan sebagai aksi balas dendam tewasnya Philando Castile di Minnesota dan juga Alton Sterling di Louisiana. Keduanya adalah warga kulit hitam yang ditembak oleh polisi.
Para warga yang protes melakukan long march di sepanjang jalan Dallas. Pelaku juga diduga berada di antara kerumunan warga yang melakukan aksi protes.
Insiden penembakan polisi ini menewaskan empat petugas kepolisian, sementara 11 orang petugas lainnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya