Polisi St Petersburg temukan dan matikan bom kedua
Merdeka.com - Aparat keamanan Rusia berhasil menemukan dan mematikan bahan peledak kedua di sekitar stasiun bawah tanah St Petersburg. Ledakan yang ditimbulkan salah satu bom telah menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai 50 penumpang lainnya.
"Alat tersebut ditinggalkan dalam koper," lapor lembaga berita Interfax, seperti dilansir the Independent, Senin (3/4).
Juru bicara badan anti-teror Rusia, Andrei Przhezdomsky menyebutkan, bahan peledak dengan daya ledak lebih tinggi itu berada di stasiun Ploshchad Vosstaniya.
Ledakan ini membuat sejumlah pendukung Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ramai-ramai merayakan pengeboman yang terjadi di stasiun Metro St Petersburg, Rusia. Mereka sudah menyebutnya sebagai serangan teror dan membagi-bagikan gambar foto orang yang terluka maupun terbunuh.
Meski demikian, Putin mengakui tak menutup kemungkinan ledakan yang menewaskan 10 orang penumpang itu disebabkan akibat aksi terorisme.
"Penyebabnya belum jelas, masih terlalu cepat. Kami sedang mencari semua kemungkinan, termasuk teroris sebagai mana kejahatan lainnya," lanjutnya.
Sebuah ledakan terjadi di stasiun kereta bawah tanah di St Petersburg, Rusia. Sejumlah orang dilaporkan terluka akibat ledakan yang diduga berasal dari sebuah bom.
"Sebuah ledakan terjadi di stasiun metro Sennaya Ploshchad, sejumlah orang luka-luka," ujar sumber dari kepolisian, seperti yang dilaporkan media Rusia, Tass News Agency, Senin (3/4).
Dalam laporan awal yang diterima Tass News Agency menyebutkan 10 orang diketahui tewas dalam ledakan itu, dan 30 lainnya mengalami luka-luka. Ledakan itu juga melemparkan pecahan peluru hingga mengenai orang-orang di sekitarnya,
"Tampaknya telah terjadi dua ledakan di stasiun St Petersburg Metro," tulis RIA mengutip seorang narasumber.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya