Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi Prancis Tangkap Remaja 17 Tahun, Pernah Kontak dengan Penyerang di Gereja Nice

Polisi Prancis Tangkap Remaja 17 Tahun, Pernah Kontak dengan Penyerang di Gereja Nice Polisi Prancis berjaga-jaga setelah serangan pisau di Nice. ©2020 Valery HACHE / AFP

Merdeka.com - Polisi Prancis pada Rabu menangkap pemuda 17 tahun karena berhubungan dengan pelaku penyerangan di sebuah gereja di kota Nice.

Pelaku yang menyerang menggunakan pisau itu membunuh tiga orang. Demikian disampaikan seorang sumber pengadilan.

Pemuda ini diyakini pernah berhubungan di dunia maya dengan pelaku asal Tunisia tersebut, Brahim Issaoui. Demikian dikutip dari Alarabiya, Kamis (5/11).

Empat orang lainnya, ditangkap pada Selasa, dan masih ditahan sampai Rabu.

Tapi seorang warga Tunisia berusia 29 tahun yang ditangkap pada Sabtu lalu dibebaskan pada Rabu tanpa jaminan.

Pelaku Positif Covid-19

Issaoui (21) masih dirawat di rumah sakit setelah ditembak beberapa kali oleh polisi setelah aksinya menyerang gereja Notre-Dame pada Kamis lalu.

Pemeriksaannya ditunda setelah dia dites positif Covid-19, kata sumber yang dekat dengan kasus tersebut.

Dalam serangan tersebut, seorang perempuan ditebas lehernya dan seorang pegawai gereja ditikam hingga tewas. Sementara seorang korban perempuan lainnya berhasil melarikan diri tapi kemudian meninggal karena luka-lukanya.

Polisi mengatakan Issaoui meneriakkan "Allahu Akbar" saat ditangkap. Pihak berwenang mengatakan itu adalah insiden terbaru dalam serangkaian serangan yang dilabeli "serangan jihadis" di wilayah Prancis dalam beberapa tahun terakhir.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP