Polisi muslim jadi korban serangan brutal Charlie Hebdo
Merdeka.com - Penyerangan bersenjata ke kantor Tabloid Charlie Hebdo di Ibu Kota Paris, Prancis, menewaskan tidak hanya anggota redaksi tapi juga dua polisi. Salah satu aparat yang tewas beragama Islam.
Dilaporkan oleh Newsweek, Kamis (8/1), Ahmad Merabet (42 tahun), adalah korban pertama serbuan maut itu. Dia polisi yang kebetulan berpatroli saat melihat tiga pria berpakaian hitam-hitam keluar mobil.
Diduga kuat Ahmad adalah polisi yang terekam di video saksi mata, ditembak dari jarak dekat di bagian kepala. Rekaman ini beredar luas di televisi maupun Internet beberapa jam usai pelaku kabur.
"Almarhum tewas meninggalkan seorang istri," kata Kepala Serikat Polisi Paris (SGP) Rocco Contento.

Pembunuhan Merabet secara sadis sangat mengejutkan rekan-rekannya. Di samping Ahmad, Franck D (49 tahun) adalah polisi lain yang tewas dalam insiden tersebut. Dia adalah satuan pengamanan khusus gedung itu. Polisi ditempatkan di kantor ini, lantaran pernah ada serangan molotov pada 2011 selepas Nabi Muhammad dihina di halaman depan.
Franck ditembak bersamaan dengan 10 jurnalis yang sedang mengikuti rapat redaksi di dalam gedung.
Satu-satunya korban yang bukan pegawai Charlie Hebdo adalah Michel Renaud. Dia penulis spesialis travelling yang kebetulan mampir menemui kawan-kawannya.
Selebihnya, korban tewas teridentifikasi adalah anggota redaksi maupun kartunis tabloid yang sering menghina agama itu. Mereka adalah mantan pimred Stephane Charbonnier, Jean Cabut, Bernard Velhac, Georges Wolinski, Bernard Maris. Tiga wartawan lainnya dan seorang resepsionis belum diketahui namanya.
Simak detik-detik pembunuhan Ahmad dalam video yang sudah diedit dari konten kekerasan berlebihan berikut:
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya