Polisi Malaysia awasi akun Twitter pengkritik PM Najib
Merdeka.com - Polisi Malaysia kini memiliki akun baru media sosial Twitter untuk mengawasi akun-akun pengkritik Perdana Menteri Najib Razak.
PM Najib yang sudah berkuasa selama tujuh tahun saat ini tengah disorot publik lantaran kasus dugaan penyalahgunaan dana perusahaan BUMN 1Malaysia Development Berhard (1MDB) sebesar USD 681 juta atau setara Rp 9,2 triliun.
Najib adalah ketua dari dewan penasihat 1MDB. Dia sudah membantah menyalahgunakan dana itu.
Kejaksaan Agung Malaysia pekan lalu mengakhiri penyelidikan terhadap Najib dengan mengatakan dana yang diduga dikorupsi oleh Najib itu adalah sumbangan pribadi dari seorang pangeran Arab Saudi.
Kantor berita Reuters melaporkan, Ahad (7/2), rakyat Malaysia tidak begitu saja menerima penjelasan Kejaksaan Agung dan mereka mengungkapkan kritik melalui media sosial Twitter.
Sebuah karikatur memperlihatkan wajah badut Najib dengan tulisan "di negara yang penuh korupsi, kami semua adalah penghasut" baru-baru beredar luas.
Polisi bereaksi dalam hitungan jam dan memperingatkan akun seorang seniman yang menggambar karikatur itu, Fahmi Reza.
Polisi mengatakan mereka tengah mengawasi akun Fahmi dan dia harus menggunakan akunnya sesuai dengan hukum di Malaysia.
"Penguasa negeri ini selalu tidak toleran kepada yang berbeda pendapat. Mereka selalu takut kehilangan kekuasaan," kata Fahmi.
Dia memang bukan orang pertama yang mendapat peringatan semacam itu melalui media sosial.
"Mereka yang menyebarkan informasi salah akan ditindak," demikian peringatan yang biasa dilakukan oleh polisi di Twitter.
Juru bicara kepolisian membenarkan akun Twitter polisi itu adalah bagian dari satuan tugas dunia maya yang fungsinya mengawasi media sosial. (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya