Polisi Jerman gerebek masjid diduga markas militan ISIS Eropa
Merdeka.com - Lebih dari 200 anggota Polisi Jerman dan tim Intelijen lakukan penggerebekan di sebuah kantor dan 12 rumah di Kota Bremen, Selasa (16/2). Aksi dilakukan demi menghentikan pergerakan kelompok Salafist yang terhubung dengan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS). Sebanyak 15 warga Bremen diketahui telah bersumpah setia kepada kalifah ISIS, kata otoritas keamanan setempat.
"Barang bukti yang didapat berupa sejumlah komputer, serta perangkat keras lainnya dan telepon genggam berhasil kami dapatkan," kata Ulrich Mäurer, pejabat tinggi hubungan dalam negeri, seperti dikutip dari New York Times, Selasa (16/2).
Kantor tersebut digerebek lantaran dikenal sebagai tempat perkumpulan pendukung Islam, berfungsi sebgai masjid.
"Biasanya tempat ini digunakan oleh kelompok Salafist sebagai masjid dan tempat berkumpul, mereka mengirim tentara untuk dilatih di Suriah. Enam orang dari mereka diketahui telah tewas," imbuh Mäurer.
Otoritas memiliki kecemasan akan lebih banyak perekrutan anggota oleh kelompok ini, terlebih jumlah imigran Timur Tengah yang memadati Jerman dalam bulan-bulan ini cukup banyak.
Kini polisi akan menyaring terlebih dulu terkait barang bukti temuan mereka untuk pantauan lanjutan. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya