Polisi Belanda Tangkap 240 Orang Saat Demo Tolak Lockdown Berujung Rusuh
Merdeka.com - Kerusuhan pecah di sejumlah kota di Belanda pada Minggu, saat demo tolak lockdown berujung ricuh. Media Belanda melaporkan, para perusuh menjarah toko, membakar, dan bentrok dengan polisi. Akibatnya 240 orang ditangkap.
Kerusuhan terjadi pada hari kedua pembatasan yang lebih diperketat karena virus corona, termasuk penerapan jam malam, yang memicu demo.
Dikutip dari Reuters, Senin (25/1), polisi menembakkan water cannon, menggunakan anjing, dan para petugas untuk membubarkan unjuk rasa pada Minggu malam, seperti disampaikan para saksi mata.
Polisi mengatakan, hampir 200 orang, yang sebagian dari mereka melempar petugas dengan batu dan petasan ditangkap.
Penyiar radio NOS mengatakan polisi huru hara dikerahkan di sedikitnya 10 kotA setelah jam malam dimulai pada pukul 21.00. Kendaraan dibakar, polisi dilempar dengan batu, dan bangunan milik publik dirusak.
Pada Minggu malam, polisi militer menyampaikan di Twitter, medeka dikerahkan untuk membantu polisi lokal di sedikitnya dua kota di wilayah selatan.
Gambar yang ditampilkan televisi Belanda menunjukkan sekumpulan anak muda menjarah toko-toko, melempar sepeda, dan menyulut api di kota wilayah selatan, Eindhoven. Sedikitnya 55 orang ditangkap di Eindhoven, seperti disampaikan pemerintah kota dalam sebuah pernyataan.
Demo di Museum Square kota ini yang melanggar larangan perkumpulan publik, terjadi sehari setelah pemerintah menerapkan jam malam untuk pertama kalinya sejak Perang Dunia II.
Polisi menyisir alun-alun itu setelah warga melanggar instruksi agar meninggalkan kawasan itu dan menangkap mereka yang menyerang polisi dengan batu dan petasan di jalan-jalan sekitarnya.
Pekan lalu parlemen melakukan pemungutan suara untuk menyetujui pemberlakuan jam malam setelah muncul lonjakan kasus virus corona varian baru di Inggris. Kasus infeksi baru di Belanda secara umum turun selama sebulan, dan kembali turun pada Minggu menjadi 4.924 kasus baru.
Belanda mencatat 13.540 kematian akibat Covid-19 dan 944.000 kasus infeksi.
Pada Sabtu malam, polisi menangkap 25 orang di seluruh negeri dan mengenakan denda untuk 3.600 orang karena melanggar jam malam.
Sejak pertengahan Desember lalu, sekolah dan toko non esensial ditutup, menyusul penutupan bar dan restoran dua bulan sebelumnya.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya