Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Polisi Australia minta bendera ISIS dari mantan teroris

Polisi Australia minta bendera ISIS dari mantan teroris Zaky Mallah. ©Daily Mail

Merdeka.com - Kepolisian Australia dari Divisi Kontra Terorisme meminta bendera kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kepada seorang pria di Kota Sydney bernama Zaky Mallah. Namun belum diketahui apa alasan polisi meminta bendera itu.

Empat jam setelah penyanderaan di Kafe Lindt, kawasan bisnis Martin Place, terjadi, polisi meminta Mallah memberikan bendera ISIS. Pasalnya, pria 30 tahun itu, diketahui mempunyai bendera ISIS tergantung di dinding apartemennya.

Namun rupanya polisi tidak tertarik dengan bendera itu karena tidak mirip dengan bendera ISIS yang mereka inginkan, seperti dilansir koran the Daily Mail, Senin (15/12).

Sebelumnya, para penyandera itu menyuruh dua sandera membentangkan bendera ISIS di jendela kafe. Bendera itu bertuliskan kalimat syahadat.

Mallah adalah orang pertama yang didakwa melakukan tindakan terorisme pada 2003 setelah dia membuat video yang berisi rencana penyerangan sejumlah kantor pemerintah di Sydney.

Pria berdarah Libanon-Australia itu dipenjara selama dua tahun sebelum persidangannya dimulai.

Dua tahun lalu Mallah berangkat ke Suriah dan tinggal bersama kelompok Tentara Pembebasan Suriah (FSA) untuk melawan tentara rezim Basyar al-Assad.

Sepulang dari Suriah dia mengajak anak muda pergi ke Suriah untuk berjihad. Namun semenjak kelompok ISIS dan Jabal Al-Nusra menguasai sebagian wilayah Suriah dia berubah pikiran dan mengubah pandangannya.

Bendera yang dibawa para penyandera di kafe itu adalah bendera kelompok Jabal al-Nusra.

(mdk/fas)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP