Poin-Poin Penting Perundingan Rusia-Ukraina di Istanbul, Perdamaian Masih Jauh
Merdeka.com - Dalam perundingan Rusia-Ukraina yang digelar di Istanbul, Turki, kemarin, kedua negara mengajukan sejumlah poin penting setelah perang berlangsung sudah lebih dari sebulan.
Rusia berjanji akan mengurangi operasi militer di sekitar Kiev dan kota lain di Ukraina. Sementara Ukraina menjanjikan tidak akan bergabung dengan NATO namun meminta jaminan keamanan jika mereka diserang.
"Keputusannya adalah kami mengurangi sebagian besar aktivitas militer di Kiev dan Chernihiv," kata Wakil Menteri Pertahanan Alexander Fomin kepada wartawan kemarin, seperti dilansir laman Reuters, Rabu (30/3).
Namun Fomin tidak menyebut sejumlah wilayah lain yang juga pertempuran sengitnya masih berlangsung, termasuk di sekitar Mariupol di tenggara, Sumi dan Kharkiv di timur dan Kherson serta Mykolaiv di selatan.
Juru runding Ukraina mengatakan mereka sudah mengajukan status bahwa mereka tidak akan bergabung dengan aliansi atau menjadi tuan rumah pangkalan militer asing, tapi meminta jaminan keamanan jika diserang, sesuai dengan pasal 5 kesepakatan pertahanan NATO.
Ukraina menyebut Israel dan anggota NATO Kanada, Polandia, dan Turki sebagai negara yang bisa memberikan jaminan itu.
Proposal Ukraina juga meliputi periode konsultasi selama 15 tahun terhadap status dari Krimea yang dicaplok Rusia pada 2014 dan dibutuhkan sebuah referendum. Ini baru akan berlaku jika sudah terjadi gencatan senjata secara penuh, kata delegasi Ukraina kepada wartawan.
Ketua juru runding Rusia Vladimir Medinsky mengatakan dia akan mengkaji proposal Ukraina ini dan melaporkannya kepada Presiden Vladimir Putin.
Perundingan di Istanbul kemarin adalah pertemuan tatap muka pertama kedua pihak sejak 10 Maret lalu. Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari.
Proposal yang diajukan Ukraina ini adalah yang paling rinci dan konkret yang pernah dipublikasikan Kiev.
"Jika kita bisa memenuhi poin-poin ini, bagi kami ini adalah yang terpenting, maka Ukraina akan berada dalam posisi memperbaiki status saat ini sebagai negara non-blok dan non-nuklir dalam bentuk netral yang permanen," kata juru runding Ukraina Oleksander Chaly.
"Kami tidak akan menampung pangkalan militer asing di wilayah kami, atau mengerahkan pasukan militer di wilayah kami, dan kami tidak akan bergabung dalam aliansi politik-militer," kata dia.
Latihan militer akan dilangsungkan dengan sepengetahuan negara penjamin.
Nasib dari wilayah tenggara di Donbas akan dibahas oleh pemimpin Ukraina dan Rusia, Rusia selama ini meminta Ukraina menyerahkan wilayah itu kepada kelompok separatis.
Proposal dari Kiev juga meliputi permintaan agar Moskow tidak melarang Ukraina bergabung dengan Uni Eropa, kata Medinsky. Rusia sebelumnya menenteng niat Ukraina yang ingin bergabung ke Uni Eropa, terutama NATO.
Sementara untuk menyiapkan kesepakatan damai, Medisnky mengatakan kepada kantor berita TASS, "masih panjang perjalanan."
Juru runding Ukraina mengatakan ada cukup materi untuk mengajukan pertemuan antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan kepada delegasi kedua pihak sebelum perundingan dimulai, hasil yang konkret dari pertemuan ini sangat ditunggu-tunggu.
"Gencatan senjata secepatnya dan perdamaian menjadi kepentingan semua pihak," kata Erdogan.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya