PM Thailand sebut kubu kaus merah tersangka insiden Bom Bangkok
Merdeka.com - Pemerintah Thailand akhirnya buka suara soal indikasi pelaku bom di dekat Kuil Erawan, Bangkok, kemarin. Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha mengatakan rekaman kamera pengintai (CCTV) memberi petunjuk ada satu tersangka pelaku yang menanam bom pipa di kawasan padat turis tersebut.
"Masih belum terlalu jelas, tapi kami akan mengerahkan segala upaya mencari pria ini," ujarnya seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (18/8).
Mantan jenderal yang menguasai pemerintahan Thailand melalui kudeta ini meyakini pelakunya adalah kelompok dari kubu pendukung mantan PM Thaksin Shinawatra. "Tersangka anggota kelompok antipemerintah yang berbasis di timur laut Thailand," kata Chan-ocha.
Sekadar informasi, pendukung Thaksin rata-rata kelompok petani yang berada di Provinsi Chiang Mai, wilayah timur laut yang disinggung sang pemimpin junta militer. Pada kisruh politik selama nyaris 10 tahun terakhir, mereka menamakan diri barisan kaus merah.
Thaksin digulingkan militer pada 2006 dengan alasan korupsi. Sumber internal pemerintah meyakini Thaksin merongrong kekuasaan keluarga Raja Bhumibol Adulyadej, dengan berupaya merevisi konstitusi Negeri Gajah Putih. Sejak kudeta itu, kelompok kaus merah rutin bentrok dengan para pendukung raja di jalanan Ibu Kota Bangkok yang memakai kaus kuning.
Belakangan adik Thaksin, yakni Yingluck Shinawatra yang menyusul sang kakak menjadi perdana menteri, kembali digulingkan militer pada 2013. Lagi-lagi alasannya karena dugaan korupsi dana bantuan petani. Kudeta ini memecah belah Thailand
Bom pipa berbahan TNT itu meledak di Jalan Ratchaprasong, dekat Kuil Erawan, Distrik Chidlom, Senin (17/8) pukul 18.53 waktu setempat. Awalnya polisi menyebut bom diletakkan pelaku di sepeda motor. Belakangan, Kepala Kepolisian Thailand, Somyot Poompanmuang, memastikan bom ini ditanam di dekat kuil Erawan. "Jenisnya bom pipa," kata Somyot.
Media lokal Thailand menyebut korban tewas mencapai 27 orang. Sementara data resmi pemerintah menyebut angka 22. Sebagian korban tewas adalah warga asing, termasuk satu warga negara Indonesia berinsial LLT. Warga asing lain yang meregang nyawa berasal dari China, Singapura, Taiwan, Hong Kong, dan Malaysia.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya