Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PM Thailand Didenda Rp2,7 Juta karena Tidak Pakai Masker Saat Rapat

PM Thailand Didenda Rp2,7 Juta karena Tidak Pakai Masker Saat Rapat pm thailand tidak pakai masker. ©Facebook

Merdeka.com - Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha kemarin didenda karena tidak memakai masker di depan umum ketika menghadiri rapat di Gedung Pemerintah untuk membahas kondisi Covid-19 di Thailand.

Dalam laman Facebooknya, Prayut menjelaskan bagaimana pemerintahannya berupaya mengamankan stok vaksin dan memajang sebuah foto ketika rapat. Dalam foto itu terlihat dia duduk satu meja dengan sejumlah penasihat pemerintah. Semua orang itu mamakai masker kecuali sang perdana menteri.

Memakai masker kini diwajibkan di tempat umum di 49 provinsi dan Ibu Kota Bangkok. Gubernur Bangkok Aswin Kwanmuang mengingatkan warganya untuk tetap memakai masker yag benar mulai kemarin atau akan mendapat sanksi denda hingga 20.000 baht atau setara Rp 9 juta.

Setelah muncul banyak kritikan terhadap perdana menteri karena tidak pakai masker, Aswin mengatakan dalam laman Facebook, Prayut sudah didenda 6.000 baht atau Rp 2,7 juta karena tidak menaati aturan.

"Setelah rapat itu perdana menteri meminta saya sebagai gubernur Bangkok untuk menyelidiki apakah itu pelanggaran hukum. Saya katakan kepada beliau, perbuatannya itu melanggar pengumuman yang ditetapkan Kepolisian Metropolitan Bangkok yang mewajibkan warga memakai masker bedah atau masker kain tiap kali mereka keluar rumah," kata Aswin, seperti dilansir laman Channel News Asia, Selasa (27/4).

"Kemudian saya mendatangi Gedung Pemerintah bersama kepala polisi Metropolitan dan petugas dari kantor polisi Dusit," kata dia.

"Perdana menteriu setuju didenda."

Unggahan Prayut di Facebook itu akhirnya dihapus dan diganti dengan unggahan tanpa foto.

Peristiwa ini terjadi di saat Thailand mengalami gelombang terbaru Covid-19 yang sudah menulari 28.000 orang dan membunuh 54 orang sejak awal April.

Penularan terjadi di klub malam, pesta, dan konser sejak awal bulan. Menyusul naiknya kasus, pemerintah Thialand saat ini menetapkan penutupan sementara di klub malam, bar, restoran di seluruh negeri dan kebijakan lain untuk mencegah penyebaran lebih luas. Sekolah dan kampus-kampus juga saat ini ditutup.

Menurut data Departemen Pengendalian Penyakit, Thailand saat ini mela[porkan 2.048 kasus baru Covid-19 kemarin sehingga total kasus mencapai 57.508.

Sejauh ini Negeri Gajah Putih melaporkan 148 kematian karena Covid-19 dan ada 563 pasien dalam kondisi kritis.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP