PM Selandia Baru Tak Sudi Sebut Nama Teroris Penembakan Masjid
Merdeka.com - Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern menolak menyebut nama pelaku teror di dua masjid di Kota Christchurch pada Jumat (15/3) lalu. Penolakan ini dilakukan saat Ardern menyampaikan pidato parlemen untuk menghormati korban penembakan di Wellington, Selasa (19/3).
Dalam pidatonya, Ardern menyampaikan tak akan menyebut nama pria Australia itu dan meminta yang lainnya melakukan hal yang sama.
"Dia mungkin mencari ketenaran, tetapi kita di Selandia Baru tidak akan memberinya apa pun, bahkan namanya," tegasnya.
"Dia seorang teroris. Dia seorang kriminal. Dia seorang ekstremis. Tapi dia, ketika saya berbicara, menjadi tak bernama," lanjutnya, dilansir dari laman SBS News, Selasa (19/3).
Dalam sidang khusus parlemen itu, Ardern menyampaikan pelaku akan menghadapi seluruh tuntutan hukum.
"Orang yang terlibat dalam aksi teroris ini bukan dari sini. Dia tidak dibesarkan di sini. Dia tak menemukan ideologinya di sini. Tapi bukan berarti yang memiliki pandangan yang sama tak ada di sini," tegasnya.
Ardern juga menawarkan penghiburan bagi keluarga korban.
"Kami tidak tahu seberapa dalam duka kalian, tapi kami akan berjalan bersama kalian di setiap tahap," ujarnya.
Berpakaian warna hitam, pemimpin 38 tahun itu membuka pidatonya dengan mengucapkan salam.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Semoga damai, kasih, dan berkah Allah menyertaimu juga," sapanya.
Dia menutup pidatonya menyatakan, "Pada hari Jumat, akan menjadi sepekan sejak serangan itu, anggota komunitas Muslim akan berkumpul untuk beribadah pada hari itu. Mari kita menyatakan kesedihan mereka seperti yang mereka lakukan."
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya