PM Malaysia tuntut kantor berita yang sebut dia kecipratan duit BUMN
Merdeka.com - Perdana Menteri Malaysia Najib Razak resmi menuntut kantor berita the Wall Street Journal. Media itu pekan lalu melansir bocoran data investigasi kejaksaan, yang menunjukkan Najib memperoleh transfer hingga USD 700 juta dari BUMN bermasalah, 1 Malaysia Berhad (1MDB).
Channel News Asia melaporkan, Rabu (8/7), tuntutan sang perdana menteri ditangani firma hukum swasta, Hafarizam Wan & Aisha Mubarak, berbasis di Kuala Lumpur. Dalam keterangannya, kantor pengacara itu sudah mulai menyusun bukti-bukti yang diperlukan buat menyeret redaksi Wall Street Journal Malaysia ke meja hijau.
"Kami telah mendapat instruksi untuk melakukan langkah hukum terhadap adanya konspirasi yang merugikan klien kami," tulis firma hukum tersebut.
Wall Street Journal, media fokus pada isu ekonomi yang berkantor pusat di New York, Amerika Serikat, berkukuh laporan mereka berdasarkan data valid. Uang setara Rp 9,3 triliun itu ditransfer sebuah bank swasta di Singapura, ke rekening pribadi Najib.
Dokumen tim Kejaksaan Malaysia yang menyidik kasus 1MDB menunjukkan aliran dana yang dipecah dalam dua kali transfer. Dana ini diklaim untuk kepentingan CSR, muncul pada Maret 2013 alias menjelang Malaysia menggelar pemilihan umum.
Kasus ini menghebohkan publik Malaysia, karena sebelumnya mantan perdana menteri Mahathir Mohamad sudah meminta Najib mundur. Politikus oposisi turut mendesak bank sentral Malaysia menjelaskan aliran dana itu. Transfer antar bank lebih dari USD 100 juta di Negeri Jiran, sudah pasti diketahui bank sentral.
Hingga saat ini, Najib menuding laporan Wall Street Journal sebagai konspirasi orang-orang yang ingin dia terguling. Pemimpin Partai UMNO itu meyakinkan rakyat dalam pidato akhir pekan lalu, bahwa dia sekalipun tidak pernah mengkhianati amanat dengan memperkaya diri sendiri.
"Ada upaya yang direncanakan untuk menggerus kepercayaan pasar pada perekonomian kita, mencoreng nama baik pemerintah, dan menggulingkan perdana menteri yang terpilih demokratis," kata Najib.
Juru bicara BUMN 1MDB juga menegaskan bila pemberitaan koran the Wall Street Journal terkait transaksi mencurigakan ke rekening Najib hanya isu kacangan.
"Terkait pemberitaan tersebut, 1MDB menegaskan bahwa perusahaan tidak pernah menyediakan dana apapun kepada perdana menteri," ungkap keterangan tertulis 1MDB.
Najib sudah lama diserang oposisi karena skandal 1MDB. Kasus korupsi BUMN paling menggegerkan Malaysia ini bermula pada 2008. Pengusaha bernama Jho Low Taek mendapat kemudahan pinjaman senilai USD 2,8 miliar.
Dana yang seharusnya dipakai untuk membangun infrastruktur dan proyek migas di Trengganu hilang tak berbekas. Najib saat itu jadi ketua dewan pengawas 1MDB. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya