Playboy eksis di negara banyak penganut Islam

Reporter : Ardini Maharani | Kamis, 21 Maret 2013 07:02




Playboy eksis di negara banyak penganut Islam
Playboy edisi Israel. ©jpost.com

Merdeka.com - Majalah khusus dewasa Playboy kemarin melansir edisi Israel. Padahal edisi cetaknya mengalami penurunan lantaran kehadiran internet. Seolah tak takut bangkrut Hugh Hefner tetap mengeluarkan majalah dengan bahasa Ibrani pertama itu.

Pemilik dan penerbit Playboy Israel Daniel Pomerantz meluncurkan majalah itu di Ibu Kota Tel Aviv awal bulan ini, seperti dilansir surat kabar the Huffington Post. "Tujuan kami adalah memenuhi selera kaum lelaki akan perempuan dalam kehidupan mereka," kata dia. Pomeratnz menyatakan dia cukup yakin majalah ini akan sukses di Israel sebab ini negara yang kompleks dengan tradisi dan modernitasnya sendiri.

Model Nataly Dadon dalam acara peluncuran itu ikut berpose di samping poster besar majalah Playboy bersampul depan gambar dirinya yang bertelanjang dada. Dia mengatakan sangat senang dirinya bisa tampil di edisi perdana Playboy Israel.

Ternyata bukan hanya di negara sekuler Playboy berkembang. Di negara penduduknya paling banyak muslim, majalah dewasa ini laris manis seperti di Libanon dan Turki. Bahkan di Libanon Playboy sudah berusia lebih dari 30 tahun seperti dikutip situs albawaba.com. Padahal atas alasan budaya dan tentu saja agama di negara-negara Arab telah melarang segala hal berbau pornografi, seperti gambar dan tulisan serta visual lain.

Namun nampaknya masyarakat Libanon tidak ada masalah dengan majalah yang didalamnya memuat gambar vulgar selebritas dunia. Media cetak ini bahkan mudah di dapat di pelbagai toko buku. "Para lelaki Ibu Kota Beirut sudah menjadi langganan tetap," ujar Pengawas publikasi senior Libanon, Colonel Antoinette Babi.

Antoinette juga mengakui pihaknya memberikan izin jualan Playboy di Libanon namun dengan syarat ditutup plastik hitam dan dijual hany kepada mereka yang dewasa usia 18 tahun ke atas. "Lembaga sensor akan mengawasi secara ketat peredarannya, dan tak segan memberikan sanksi pada pengedar yang melanggarnya," ujar dia.

Playboy mengatakan penikmat majalah itu harus bisa membedakan media pembangkit syahwat dan majalah porno. Majalah porno dilarang di Libanon. Namun tidak Playboy sebab ini bukan majalah esek-esek. "Ada beberapa konten yang menarik dibanding dari majalah lain, termasuk isi artikel menarik dan edukatif.

[din]

KUMPULAN BERITA
# Israel# Libanon# Turki

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • iWatch akan diperkenalkan bareng iPhone 6?
  • Review: Ketat dan keras, Arsenal habisi Besiktas
  • Ditipu teman arisan, puluhan ibu mengadu ke polsek
  • Terlibat skandal seks, PNS di Minahasa Utara dipecat
  • Cinta Laura tak akan lupakan Indonesia
  • Sespripim Polda Metro terkait pencucian uang eks Kepala Bappebti
  • Kasus musala fiktif, ketua pondok pesantren di Babel ditangkap
  • Google Chrome 64-bit: Lebih cepat, stabil, dan aman
  • Curi 100 Motor, dua anggota komplotan Lebak ditembak
  • Intip seperti apa Gotham di Batman V Superman
  • SHOW MORE