Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pindah kerja, guru di China dipaksa aborsi

Pindah kerja, guru di China dipaksa aborsi Guru di China. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang guru di China diminta menggugurkan kandungannya lantaran dia tinggal di sebuah provinsi yang masih menganut sistem satu anak dalam keluarga. Qin Ying sendiri sudah punya anak dari pernikahan sebelumnya, begitu pula dengan sang suami Meng Shaoping.

Lantaran masih menganut sistem satu anak per keluarga inilah yang membuat Qin harus menggugurkan kandungannya. Jika dia tidak melakukan hal tersebut hingga akhir bulan ini, maka dia harus rela kehilangan pekerjaannya sebagai guru, dan pergi dari provinsi tersebut.

"Usia kandungannya lima bulan, dan jika tidak menggugurkannya akhir bulan ini, dia akan kehilangan pekerjaannya," tulis surat kabar lokal, seperti dilansir dari emirates247.com, Rabu (20/5).

Saat ini pihak berwenang tengah menyelidiki kemungkinan Qin dapat melahirkan.

guru di china

"Pihak berwenang tengah menyelidiki apa penyebab Qin dapat pindah dari Anhui awal tahun ini agar mendapat izin untuk melahirkan," ujar petugas imigrasi yang tidak disebutkan namanya tersebut.

Provinsi Anhui, tempat tinggal wanita 35 tahun ini sudah menganut sistem boleh memiliki anak lebih dari satu. Sementara Provinsi Guizhou masih menganut sistem satu keluarga satu anak, tidak peduli itu merupakan anak dari perkawinan sebelumnya.

China memang dikenal memiliki peraturan yang ketat mengenai pertumbuhan penduduk. Satu keluarga hanya diperbolehkan memiliki satu anak lantaran jumlah penduduknya yang mencapai 400 juta jiwa. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP