Pilot Germanwings diduga pingsan sesaat sebelum pesawat jatuh
Merdeka.com - Menilik dari kecepatan jatuhnya pesawat Germanwings yang menghantam kaki pegunungan Alpen kemarin, para ahli menduga pilot yang menerbangkan pesawat itu kemungkinan tak sadarkan diri, entah tertidur atau pingsan.
Spekulasi tersebut mereka ambil lantaran lima tahun lalu ada dua pilot dari maskapai yang sama hampir kelewatan untuk mendarat di Cologne, Jerman. Diduga peristiwa itu terjadi karena pilot menghirup udara yang sudah terkontaminasi.
Pesawat berpenumpang 150 orang itu juga rupanya sempat tidak memiliki izin terbang sehari sebelumnya. Pesawat ini dinyatakan memiliki masalah teknis.
Entah apa yang membuat Germanwings akhirnya menerbangkan pesawat tersebut. Hal ini yang akan diselidiki oleh dewan penerbangan internasional.
"Kami akan meminta pemilik Germanwings untuk menjelaskan alasan mereka menerbangkan pesawat yang katanya rusak itu," ujar dewan penerbangan internasional, seperti dilansir dari koran Daily Mail, Rabu (25/3).
Enam bulan setelah peristiwa 'kelewatan mendarat' tadi, pesawat ini mengalami kecelakaan fatal yang menewaskan 300 orang, kemudian ada juga kejadian pada November lalu, sebuah pesawat tenggelam di Spanyol. Disebutkan pesawat tersebut jatuh dari ketinggian 4.000 kaki.
Pesawat Germanwings 4U 9525 dengan rute Barcelona-Dusseldorf kemarin jatuh di Lembah Upper Bleone. Pesawat ini mengangkut 144 penumpang dan enam kru pesawat. Diyakini semuanya tewas dalam kecelakaan tersebut.
Akibat kecelakaan ini, para penumpang pesawat tersebut juga tertahan di Heathrow, Stansted, dan Manchester lantaran beberapa kru Germanwings, termasuk pilot, menolak untuk bekerja. Dikatakan mereka khawatir akan keselamatan dirinya dan penumpang.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya