Pesepakbola wanita Iran dilarang bertanding oleh suaminya
Merdeka.com - Pria bernama Mehdi Tutunchi melarang istrinya, Niloofar Ardalan, mengikuti kompetisi sepak bola futsal Asia bersama timnya di Malaysia pada 21-26 September mendatang.
Mehdi beralasan syariat Islam melarang perempuan pergi keluar rumah tanpa izin suami. Pria berprofesi sebagai pembawa acara olahraga itu mengatakan jadwal kompetisi sepak bola itu berbarengan dengan hari pertama putra mereka yang berumur tujuh tahun masuk sekolah, seperti dilansir situs France24.com, Kamis (17/9).
Ardalan menjadi sorotan publik, terutama media sosial, lantaran dia menginginkan tampil dalam turnamen futsal perempuan. Dia adalah kapten tim futsal wanita Iran.
Dia memohon aturan yang melarang perempuan pergi tanpa izin suami itu diubah.
"Saya berharap pihak berwenang bisa mengizinkan atlet perempuan bertanding dalam kondisi semacam ini," kata Ardalan kepada kantor berita Iran NASIM.
"Sebagai muslimah saya ingin mengibarkan bendera negara saya. Saya bukan pergi untuk main-main," kata dia.
"Seperti halnya anak laki-laki di Iran yang mendapat izin bertanding di luar negeri meski wajib militer mereka belum selesai, kami kaum perempuan juga ingin seperti itu."
Warga Iran sontak ramai-ramai mendukung Ardalan melalui jejaring sosial Facebook. Mereka mengecam keputusan suaminya.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya