Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pesawat tempur ditembak Suriah, Turki minta penjelasan

Pesawat tempur ditembak Suriah, Turki minta penjelasan Salah satu pesawat tempur F-4 milik militer Turki (ilustrasi). (www.alarabiya.net)

Merdeka.com - Pemerintah Turki meminta penjelasan kepada militer Suriah lantaran telah menembak jatuh pesawat tempur F-4 Phantom milik angkatan udara mereka, seperti dilansir BBC, Sabtu (23/6).

Militer Suriah berkilah menembak jatuh pesawat tempur Turki lantaran terbang rendah dan melintasi wilayah perairan mereka. 

Misi pencarian terhadap pilot dan ko-pilot saat ini sedang dilakukan oleh Satuan Penjaga Pantai Turki dan Suriah.

Angkatan udara Turki mengatakan pesawat F-4 itu hilang kontak saat jet tempur itu melintasi Provinsi Hatay dekat pantai Suriah, berjarak 90 menit setelah lepas landas dari Pangkalan Udara Erhac di Provinsi Malatya, sebelah Barat Laut Ibu Kota Ankara.

salah satu pejabat militer Suriah dalam wawancara dengan kantor berita resmi, Sana, mengatakan saat itu mereka mengidentifikasi target tidak dikenal melintasi wilayah udara negara itu pada Jumat pukul 11.40 waktu setempat. Target itu terbang rendah dengan kecepatan tinggi. Langsung saja jet tempur itu ditembak dengan rudal anti-pesawat dan diperkirakan jatuh di lepas pantai dekat Provinsi Latakia.

Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, langsung menggelar rapat darurat setelah mengetahui kabar itu melibatkan menteri dalam negeri, pertahanan, luar negeri, dan Panglima Militer Jenderal Necdet Ozel selama dua jam.

Erdogan mengatakan pemerintah Turki meminta penjelasan kepada Suriah dan akan melakukan penyelidikan buat mengambil tindakan atas insiden itu. "Pesawat tempur kami ditembak jatuh Suriah dan saat ini kedua negara melakukan operasi pencarian gabungan terhadap pilot. Tetapi kami bakal menentukan sikap setelah penyelidikan insiden ini selesai," kata Erdogan.

Jika insiden ini tidak terselesaikan maka kemungkinan konflik bakal memburuk. Tidak hanya itu, peristiwa itu membuat hubungan diplomatik kedua negara semakin renggang lantaran Turki meminta agar Presiden Basyar al-Assad mundur dari jabatannya buat menghentikan perang saudara dengan kelompok pembangkang sejak Maret tahun lalu.

Turki menampung sekitar 32 ribu pengungsi Suriah di wilayah dekat perbatasan sebelah selatan dan membolehkan pemberontak Tentara Pembebasan Suriah beroperasi di sekitar daerah itu.

 

Sejak demonstrasi anti-Assad pecah tahun lalu, lebih dari sembilan ribu orang tewas, kebanyakan warga sipil. Data berbeda dilansir kelompok oposisi dan pemantau independen. Menurut mereka, penduduk sipil terbunuh mendekati 11 ribu orang. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP