Pesawat Korea Utara mendarat di China karena ada percikan api
Merdeka.com - Sebuah pesawat milik maskapai Korea Utara, Air Koryo mendarat darurat di bandar udara Kota Shenyang karena terlihat adanya percikan api. Insiden ini terjadi pada Jumat waktu setempat.
Diberitakan Reuters, Jumat (22/7), pesawat nasional Korea Utara ini dalam perjalanan menuju Beijing dari Pyongyang. Namun seorang saksi mata mengatakan pesawat tiba-tiba saja mengeluarkan api yang mengharuskan pesawat mendarat darurat.
"Saksi mata yang merupakan salah satu penumpang mengaku melihat ada percikan api dari pesawat dan kemudian memberitahunya kepada awak kabin. Setelah itu, pesawat segera disiapkan untuk mendarat di kota sebelah timur laut China," tulis kantor berita Xinhua.
Sayangnya, hingga saat ini masih belum ada informasi lebih lanjut mengenai insiden tersebut.
Pesawat Air Koryo merupakan proyek kerja sama Korea Utara dengan Uni Soviet (sekarang Rusia) pada 1950. Tujuan proyek ini adalah agar mudah untuk menghubungkan Pyongyang dengan Moskow.
Maskapai Air Koryo sempat berhenti beroperasi pada 1953 sebab pecahnya Perang Korea dan kembali beroperasi pada 1955. Air Koryo saat ini berada di bawah kendali pemerintah Korea Utara.
Awalnya maskapai pesawat ini bernama Civil Aviation Administration of Korea (CAAK) kemudian pada 1993, maskapai CAAK berubah nama menjadi Air Koryo.
Pada tahun itu juga, maskapai ini membeli 3 pesawat kargo Ilyushin Il-76, yang digunakan dalam rute-rute kargo ke Rusia dan China.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya