Perusahaan Militer Swasta Menjamur di Tengah Perang Ukraina
Merdeka.com - Dicari: mantan tentara mampu bicara beberapa bahasa dan bersedia diam-diam ke Ukraina untuk mendapatkan bayaran senilai USD 2.000 per hari--plus bonus--untuk menolong keluarga-keluarga yang terjebak konflik.
Terdengar seperti cerita di film laga, tapi iklan lowongan pekerjaan itu benar-benar nyata diambil dari sebuah situs, Silent Professionals, bagi mereka yang bekerja di industri keamanan dan militer swasta.
Dan sejumlah orang dalam mengatakan saat ini permintaan sedang meningkat. Di tengah kecamuk perang di Ukraina, sejumlah perusahaan kontraktor swasta AS dan Eropa mengatakan mereka melihat ada peluang, dari mulai membawa klien keluar zona perang dari hingga membantu logistik.
Ada "kegilaan pasar" terhadap kontraktor swasta di Ukraina saat ini, kata Robert Young Pelton, penulis Kanada-Amerika yang ahli soal perusahaan militer swasta (PMC).
Namun permintaan terhadap personel keamanan bayaran--banyak di antara mereka adalah mantan tentara dengan kemampuan bertempur dan membunuh--di tengah perang seperti ini membawa risiko terjadinya kesalahan dan keributan.
Situs rekrutmen itu tidak akan mengatakan untuk siapa mereka bekerja, tapi menurut Pelton, kontraktor dibayar antara USD 30.000 sampai USD 6 juta untuk membantu mengeluarkan orang dari Ukraina. Klien kelas atas tentunya adalah seluruh anggota keluarga yang ingin pergi membawa aset mereka, kata dia.
Dilansir dari laman BBC, Rabu (9/3), harga jasa evakuasi tergantung seberapa sulit operasinya, kata Tony Schiena, CEO Mosaic, perusahaan konsultan intelijen dan keamanan di As yang sedang beroperasi di Ukraina.
"Ketika jumlah orangnya makin banyak maka risikonya makin tinggi. Anak-anak dan keluarga lebih sulilt. Tergantung bagaimana cara kita membawa mereka keluar."
Misi Mosaic kebanyakan lebih ke aspek intelijen ketimbang bersenjata, kata Schiena, mantan intelijen Afrika Selatan yang di perusahaannya juga ada sejumlah mantan petinggi intelijen AS.
"Tergantung bagaimana dinamika konfliknya. Saya pikir permintaan terhadap PCM akan terus ada," kata Schiena.
Perusahaan militer swasta atau keamanan sudah ada sejak beberapa dasawarsa tapi mereka baru kian tersorot pada perang Irak dan Afghanistan selepas peristiwa 11 September. Mereka beroperasi atas nama pemerintah Barat dan kepentingan komersil.
Pada waktu Perang Irak, puluhan ribu kontraktor swasta seperti Blackwater beroperasi di sana.
Di Eropa timur, perusahaan swasta ini sejak lama sering dipakai oleh orang kaya dan perusahaan.
Kontraktor Barat beroperasi sesuai hukum dan aturan yang berlaku di negara mereka, kata Christopher Mayer, mantan tentara AS yang bekerja sama dengan PMC di Irak.
Mereka punya misi melindungi orang, tempat, atau aset, ketimbang untuk kontak senjata.
Selama ini banyak yang menganggap kontraktor swasta adalah tentara bayaran.
"Ini sama saja dengan Anda lihat di AS atau di tempat lain," kata Mayer. "Bedanya adalah di daerah konflik, peluang untuk menggunakan kekerasan jauh lebih tinggi,"
Pada praktiknya, perbedaan itu tidaklah tegas.
"Kalau Anda punya kemampuan sebagai kontraktor swasta maka Anda juga bisa jadi tentara bayaran. Tidak ada garis tegas yang membedakan keduanya," kata Sean McFate--mantan tentara AS yang kemudian menjadi kontraktor di Afrika dan sejumlah tempat lain.
Namun Orlando Wilson, mantan tentara Inggris dan pelaku kontraktor keamanan yang berpengalaman, mengatakan dia meyakini segala hal seputar kontraktor swasta yang beroperasi di Ukraina adalah omong kosong.
"Saya tidak melihat mereka bisa beroperasi di Ukraina saat ini, setidaknya secara swasta," kata dia.
"Kalau Anda tertangkap oleh salah satu pihak atau milisi, mereka akan menganggap Anda mata-mata," kata Wilson. "Saat ini tidak aman untuk melakukannya dan tidak aman bagi klien."
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya