Perundingan damai Suriah mandeg, AS salahkan Rusia dan Assad
Merdeka.com - Perundingan damai Suriah yang baru digelar empat hari di Kota Jenewa, Swiss, dihentikan sementara sejak Rabu (3/4) malam waktu setempat. Perundingan antara perwakilan pemerintah dan pemberontak itu akan dibuka kembali 25 Februari mendatang.
Utusan PBB untuk Dialog Suriah, Staffan de Mistura, menyatakan kedua pihak memutuskan rehat sejenak dari negosiasi yang alot. Tanpa merinci lebih lanjut, dia mengatakan baik pemerintah maupun pemberontak Suriah sama-sama ngotot pada tuntutan masing-masing.
Tapi situasi memburuk 24 jam terakhir di meja perundingan, ketika oposisi Suriah memprotes Mistura terkait serangan udara Rusia yang tak kunjung berhenti. Rusia hadir di Suriah sebagai sekutu Presiden Basyar al-Assad.
"Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan, bukan oleh kami selaku fasilitator, tapi oleh para pengambil kebijakan," ujarnya seperti dilansir the Guardian.
Kendati situasi belum kondusif, PBB kukuh mengatakan perundingan damai tetap bisa berlanjut. "Ini bukan akhir dan ini bukanlah kegagalan perundingan," kata Mistura.
Amerika Serikat segera menuding Rusia dan pemerintah Suriah sebagai pihak yang menghambat proses perdamaian. Negeri Adi Daya itu selama empat tahun terakhir memasok dana dan senjata kepada pemberontak Assad, terutama kelompok FSA maupun Jabhat al-Nusra.
"Serangan rezim Suriah yang ditopang kekuatan udara Rusia ke daerah-daerah oposisi menunjukkan mereka lebih menyukai pendekatan militer daripada solusi politik," kata Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, beberapa jam setelah ada kabar negosiasi di Jenewa mandeg.
Sebulan terakhir, jet tempur Rusia gencar menggempur Kota Aleppo yang dikuasai pemberontak. Sedangkan tentara loyalis Assad sejak awal 2016 berhasil masuk ke Kota Nubul dan Zahra, di barat laut Aleppo, sehingga mematahkan jalur logistik kelompok oposisi.
Gencarnya serangan jet tempur Rusia ke markas pemberontak sudah dikeluhkan oleh Riad Hijab, Koordinator Komite Tinggi Negosiasi (HNC) mewakili kelompok bersenjata oposisi Suriah.
HNC menolak duduk semeja dengan utusan Damaskus, tanpa ada bukti nyata berhentinya serangan udara ke kota-kota oposisi.
"Seluruh dunia melihat siapa yang menggagalkan negosiasi. Siapa yang mengebom warga sipil dan membuat mereka kelaparan," kata Hijab.
Perang saudara di Suriah bermula pada 2011. Pemerintahan Assad yang dikuasai faksi Syiah alawite, menindas aksi unjuk rasa para pemeluk Sunni di wilayah utara dan selatan negara itu ketika muncul resesi ekonomi. Kekerasan dan penculikan aktivis oleh Rezim Assad memaksa warga sipil mempersenjatai diri lalu mengobarkan perang saudara.
Dalam catatan pemantau HAM Suriah (SOHR), jumlah korban tewas karena peperangan selama empat tahun terakhir mencapai 250.124 orang. Di antara jumlah tersebut, sebanyak 74.426 adalah warga sipil.
(mdk/ard)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya