Perundingan 3 hari alot, Korsel berkeras Korut harus minta maaf
Merdeka.com - Perundingan antara Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) belum juga selesai. Perundingan yang telah terjadi sejak Sabtu (22/8) sampai hari ini berlangsung alot. Baik Korsel maupun Korut sama-sama berkeras untuk mempertahankan pendapatnya.
Dikutip dari laman BBC, Korut meminta agar Korsel segera menghentikan propaganda anti-Korut melalui pengeras suara. Apalagi pengeras suara tersebut ditempatkan di zona demiliterisasi Korea Panmunjom.
Sementara di sisi lain Korsel, melalui Presiden Park Geun Hye, tetap akan melanjutkan propaganda anti-Korut melalui pengeras suara. Presiden wanita ini berkeras akan tetap melakukan hal itu sampai Korut meminta maaf karena telah mencelakai dua tentara Korsel.
Ketegangan di perbatasan Negeri Ginseng muncul setelah ranjau meledak awal Agustus. Korut mengaku tidak memasang bom melukai prajurit Korsel itu.
Ketegangan bukan hanya terjadi di meja perundingan, melainkan juga di perbatasan dua Korea. Sejak Kamis, Korut sudah memobilisasi militernya dari pangkalan menuju perbatasan. Korut keberatan mendengar speaker milik tentara Korsel menyiarkan propaganda soal insiden ranjau. (mdk/rep)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya