Pertama dalam sejarah, Taiwan lantik presiden wanita
Merdeka.com - Tsai Ing-wen, presiden wanita pertama Taiwan akhirnya dilantik hari ini, Jumat (20/5). Menjadi presiden wanita pertama tentu bukan tugas mudah, Tsai harus bisa menyeimbangkan dua kubu yang masing-asing memiliki harapan berbeda, antara pendukungnya dan bayang-bayang China yang menginginkan Taiwan semakin dekat dengan mereka.
Tsai berhasil mengalahkan lawannya Ma Ying-jeou yang telah berkuasa selama delapan tahun. Rakyat Taiwan cenderung memilih Tsai lantaran menilai Ma semakin mendekatkan diri ke China.
Diberitakan AFP, Jumat (20/5), prosesi pelantikan Presiden Tsai dihadiri 20 ribu undangan dengan disaksikan publik dengan layar besar di luar kantor kepresidenan. Tsai mengangkat tangan kanannya dan membacakan sumpah di hadapan bendera Taiwan.
Usai dilantik, Presiden Tsai mendapat lencana Republik Cina, nama resmi Taiwan, dan lencana kepresidenan.
Keberhasilan Tsai menjabat sebagai presiden Taiwan disikapi positif. Rakyat berharap Presiden Tsai dapat membawa kestabilan untuk Taiwan dan perbaikan perekonomian.
"Saya berharap dia dapat melakukannya, kami memiliki harapan yang tinggi terhadapnya," ujar Chen Su-mei (48), seorang guru yang menyaksikan momen bersejarah akan presiden wanita pertama Taiwan ini. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya