Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Persiapkan Konsul Tepi Barat, Menlu Retno melawat ke Yordania

Persiapkan Konsul Tepi Barat, Menlu Retno melawat ke Yordania Menlu Retno (tengah) dan Dubes RI Amman mengunjungi Citadel, situs peninggalan Romawi di Kota Amman. ©2016 Merdeka.com/Twitter/Portal Kemlu

Merdeka.com - Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi tiba di Ibu Kota Amman, Yordania, Sabtu (12/3) sore waktu setempat. Lawatan ini merupakan kunjungan bilateral bertujuan memperkuat hubungan Indonesia-Yordania, sekaligus menandai persiapan pembukaan Konsul Kehormatan RI di Kota Ramallah, Tepi Barat, Palestina. Pengiriman simbol negara untuk mendirikan perwakilan diplomatik di Tepi Barat selama ini dibantu oleh pemerintah Yordania.

Salah satu agenda rutin dibicarakan Menlu Retno selama berada di Yordania adalah isu ekonomi. Presiden Joko Widodo memberi amanat kepada seluruh jajaran diplomat pemerintah untuk memberi perhatian lebih besar kepada kawasan Timur Tengah dan Afrika.

"Saya harap teman teman di Yordania baik diplomat, pelajar, professional dan diaspora lndonesia lainnya terus mencari peluang pasar bagi produk Indonesia, karena kita sangat mampu mensuplai kebutuhan produk produk yang dibutuhkan oleh negara negara di kawasan ini," kata Retno dalam keterangan pers yang diterima merdeka.com, Minggu (13/3).

Kemarin, Menlu menemui Ketua Persahabatan Parlemen Indonesia-Yordania, Madallah Tarawneh. Sedangkan untuk hari ini, Retno dijadwalkan bertemu Menlu Jordan Nasser Judeh dalam rangka membicarakan kemungkinan kerja sama ekonomi sekaligus menindaklanjuti hasil KTT Luar biasa OKI pekan lalu, yang salah satu poinnya adalah memboikot produk Israel.

Sebelumnya, Menlu Retno mengemukakan perjalanan ke Yordania akan penting untuk pembukaan Konsul Kehormatan di Ramallah. Ini adalah perwakilan diplomatik pertama RI sepanjang sejarah bagi wilayah Palestina. Sosok yang dipilih Presiden Jokowi menjadi konsul adalah perempuan tokoh masyarakat Ramallah bernama Maha Abou Shusheh.

"Jadi saya akan ke Ibu Kota Amman dulu sebelum ke Ramallah. Intinya bulan Maret 2016 persiapan ke Yordania dijalankan. Basically, semua sudah siap," kata Retno kepada merdeka.com.

Selain tindak lanjut KTT OKI, pembukaan konsul, serta penjajakan kerja sama ekonomi, perwakilan RI-Yordania juga membicarakan isu pendidikan, toleransi, serta peningkatan hubungan warga kedua negara. Nilai perdagangan RI-Yordania mencapai USD 256 juta sepanjang 2015. Diperkirakan ada 15.388 warga negara Indonesia bermukim di Yordania.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah bertemu pemimpin Yordania, Raja Abdullah II, di sela-sela Peringatan KAA 2015 di Jakarta. Presiden RI mendukung posisi Raja Abdullah sebagai pengampu situs Suci di Yerusalem. Presiden RI juga menyampaikan kecamannya terhadap tindakan sewenang-wenang yang dilakukan Israel di kawasan suci bagi umat tiga agama samawi tersebut. (mdk/ard)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP