Perseteruan Saudi-Iran di balik konflik Yaman
Merdeka.com - Presiden Yaman Abdrabbuh Mansour Hadi menuding Iran sebagai dalang kerusuhan di negerinya. Dia menyebut pemberontak Houthi sebagai perpanjangan tangan dari Iran.
Sementara itu Arab Saudi mengerahkan pasukan militernya buat melancarkan serangan udara ke Yaman sejak Kamis lalu. Saudi mengatakan akan terus menggempur pasukan pemberontak hingga Yaman kembali aman dan terkendali.
Konflik ini disebut-sebut sebagai perseteruan antara negara Arab beraliran Sunni dengan Syiah Iran.
Dua negara Arab itu selama ini melatih dan mendanai serta mempersenjatai kelompok militan dukungan masing-masing dalam perang saudara di Suriah. Mereka juga menyokong kelompok oposisi di Irak, Bahrain, Libanon, dan Yaman, seperti dilansir surat kabar the Guardian, Senin (29/3).
Kelompok pemberontak Houthi kini menguasai Yaman dan terus memperluas kekuasaannya karena mereka punya hubungan dengan mantan Presiden Ali Abdullah Saleh. Mereka terus mengkritik kepemimpinan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi. Meski Iran diduga sebagai dalang di balik kemampuan kelompok pemberontak Houthi, namun Negeri Mullah itu bukanlah pemain utama dalam konflik Yaman.
Arab Saudi selama ini khawatir Iran memperlebar pengaruhnya di Timur Tengah termasuk di Yaman yang berbatasan langsung dengan Saudi.
Menurut pengamat dari Project on Middle East Democracy Nussaibah Younis, persaingan Saudi dan Iran itu dipengaruhi kebencian di antara kedua negara. Permusuhan itu diawali dari
Topik pilihan: Yaman digempur | WNI ditahan pemberontak Yaman (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya