Perkuat kerja sama pendidikan dengan Filipina, RI bakal beri 100 beasiswa tiap tahun
Merdeka.com - Pemerintah Indonesia hingga saat ini masih mengerahkan upaya untuk memberikan status kewarganegaraan kepada Warga Keturunan Indonesia di luar negeri.
Berdasarkan data dari pemerintah Filipina dan UNHCR, ada 8.745 Warga Keturunan Indonesia di delapan provinsi Filipina Selatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.425 orang sudah diberikan Surat Penegasan Kewarganegaraan Indonesia (SPKI).
"Proses pendataan dan penetapan tentunya bukan hal yang mudah. Dan proses panjang ini memang harus ditempuh karena negara ingin memberikan perlindungan maksimal bagi warganya di luar negeri," kata Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, di gedung Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Selasa (9/1).
Menlu Retno menuturkan proses diplomasi Indonesia dengan Filipina sudah dimulai sejak hari pertama di tahun 2018. Dia berkunjung ke Kota Davao untuk memberikan paspor kepada warga keturunan Indonesia tersebut.
"Secara simbolik, pada tanggal 3 Januari, saya menyerahkan 300 paspor Indonesia kepada warga Keturunan Indonesia yang telah tinggal berpuluh tahun di Filipina, tanpa ketetapan status kewarganegaraan," paparnya.
Menlu Retno pun menambahkan, selama berada di Davao, Indonesia dan Filipina sepakat untuk meningkatkan kerja sama khususnya di bidang pendidikan.
"Kedua negara sepakat untuk meningkatkan pendidikan di sekolah-sekolah Islam di Filipina Selatan. Indonesia juga menawarkan 100 beasiswa tiap tahun," jelasnya.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya