Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perjuangan bocah Suriah berjualan kartu pos demi bertahan hidup

Perjuangan bocah Suriah berjualan kartu pos demi bertahan hidup Bocah pengungsi Suriah jualan kartu pos. ©2016 Merdeka.com/aljazeera

Merdeka.com - Sulitnya kehidupan para pengungsi Suriah di Libanon, khususnya anak kecil, memaksa mereka untuk harus berjualan kartu pos hasil tangan sendiri kepada masyarakat sekitar. Jika sedang mujur, hasil jualan mereka tiap bulannya bisa mendulang untung sebesar USD 60 atau setara dengan Rp 785 ribu.

Pendapatan mereka diberikan untuk membantu perekonomian keluarga. "Kita harus bekerja agar bisa terus hidup, jika tidak bekerja kita tidak bisa hidup," kata Mohamed Ali Darwish bocah 9 tahun seorang penjual gambar tangan kartu pos.

Serupa dengan Ali, Nasser Darwish yang masih berusia 11 tahun adalah saudaranya sekaligus rekan kerjanya. Tugasnya adalah menggambar dan mencari bentuk unik yang nantinya dijual oleh Ali.

Mereka mengaku kehilangan masa kecil dan rasa hangat di dalam rumah saat harus meninggalkan Aleppo.

"Apa anda pikir meninggalkan negara akan lebih menyenangkan?" kata Nasser, seperti dikutip dalam video stasiun TV Al Jazeera, Kamis (14/7).

Saat ini terdapat sat juta lebih orang pengungsi Suriah di Libanon. Kebanyakan dari mereka hanya ingin dapat kembali ke rumah.

(mdk/ard)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP