Perempuan Mesir unjuk rasa dengan pisau dapur
Merdeka.com - Dalam unjuk rasa di Ibu Kota Kairo, Selasa, kaum hawa menentang pelecehan seksual dengan mengayun-ayunkan pisau dapur ke udara.
Surat kabar USA Today melaporkan Kamis (14/2), demonstrasi itu dipicu pernyataan ulama Salafi Mesir Ahmad Mahmud Abdullah pekan lalu yang mengatakan perempuan berunjuk rasa layak diperkosa.
Selama masa unjuk rasa menentang Presiden Muhammad Mursi dalam beberapa bulan terakhir banyak perempuan menjadi korban pelecehan seksual. Sebanyak 70 orang tewas ketika bentrokan dengan polisi pada 25 Januari lalu.
Sejumlah pelecehan seksual atau kasus pemerkosaan selama unjuk rasa meningkat dalam setahun terakhir.
Para pegiat melaporkan sejumlah kasus pelecehan seksual yang terjadi di sekitar Lapangan Tahrir, Kairo, dalam beberapa demonstrasi terakhir. Salah satunya adalah kasus pemerkosaan terhadap gadis 19 tahun. Perserikatan Bangsa-Bangsa mendesak pemerintah Mesir melakukan tindakan terhadap kejadian itu.
Para pegiat menyatakan para pelaku pelecehan seksual itu adalah dari pihak penentang demonstrasi. Hingga hari ini belum ada kelompok yang dihukum.
"Terkadang perempuan itu sendiri yang bertanggung jawab penuh atas tindak pemerkosaan yang terjadi karena dia melibatkan diri dalam unjuk rasa," kata anggota parlemen Adel Afify seperti dikutip beberapa surat kabar Mesir. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya