Perempuan Iran dilarang nonton bareng
Merdeka.com - Beginilah risiko hidup di negara menerapkan syariat Islam ketat. Ketika di banyak negara nonton bareng Piala Eropa menjamur, jangan bermimpi perempuan di Negeri Mullah bisa seenaknya menghadiri acara semacam itu.
Kepolisian Ibu Kota Teheran mengharamkan kaum hawa bergabung dengan lelaki di perhelatan nonton bareng. "Tidak tepat jika lelaki dan perempuan menonton bola bersama," kata Wakil Kepala Polisi Teheran Bidang Sosial Bahman Kargar, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Senin (11/6).
Dia beralasan pria biasanya mengeluarkan kata-kata tidak pantas ketika menonton pertandingan sepak bola. "Saat menonton biasanya pria mengeluarkan kata-kata kotor, vulgar, dan ini tidak pantas untuk perempuan," ujarnya. Dia menegaskan para perempuan Iran harus berterima kasih atas larangan ini.
Sejatinya, pemisahan antara lelaki dan perempuan di Iran di ruang publik bukan hal baru. Hampir seluruh fasilitas umum untuk perempuan Iran dibedakan. Mulai dari kolam renang, pantai, hingga taman. Mereka boleh menumpang bus, tapi harus duduk di belakang, dipisahkan dengan sekat dari tempat duduk lelaki. Bahkan, ada sekolah dan kampus khusus wanita.
Seluruh muslimah wajib berjilbab, sedangkan perempuan nonmuslim mesti berpakaian pantas.
Alhasil, para perempuan Iran hanya bisa menonton bareng di rumah atau ramai-ramai saat arisan khusus kaum hawa. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya