Perempuan Afghanistan Demo Taliban, Tuntut Hak Kerja dan Sekolah
Merdeka.com - Puluhan perempuan Afghanistan di Kota Herat kemarin turun ke jalan menuntut hak mereka untuk bekerja dan menempuh pendidikan kepada Taliban.
Mariam Ebram, salah seorang pendemo mengatakan kepada Aljazeera, mereka turun ke jalan karena frustrasi dengan minimnya penjelasan dari pemerintahan Taliban soal hak perempuan untuk bekerja.
Perempuan 24 tahun itu menuturkan dia dan perempuan lain diminta tidak pergi bekerja dan ditolak ketika mereka tiba di kantor tempat mereka bekerja.
Ebram mengatakan dia dan sekelompok perempuan Herat menemui pejabat Taliban untuk meminta penjelasan soal hak-hak perempuan, namun mereka tidak mendapat jawaban yang memuaskan.
"Setelah berkali-kali menemui pejabat Taliban di semua tingkatan, kami memutuskan turun ke jalan agar suara kami didengar," kata Ebram, seperti dilansir laman Aljazeera, Jumat (3/9).
"Kami mencoba bicara dengan mereka, tapi yang kami lihat dibanding Taliban 20 tahun lalu, tetap tidak ada orang. Tidak ada perubahan," kata dia. Di masa lalu ketika Taliban berkuasa perempuan dilarang bekerja dan menempuh pendidikan.
Sejak mengambil alih kekuasaan akhir Agustus lalu, Taliban mengatakan mereka akan mengizinkan perempuan bekerja dan menempuh pendidikan.
Ebram mengatakan dia memahami kritik Taliban terhadap pemerintahan sebelumnya yang mereka sebut "korup". Tapi mereka ingin tahu apakah sistem Taliban yang baru menawarkan kesempatan kepada kaum hawa.
"Yang kami minta adalah hak," ujar Ebram. "Pemerintahan tanpa perempuan tidak akan bertahan."
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya