Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Peredaran film porno di basis Taliban

Peredaran film porno di basis Taliban Bioskop Shama. asiaone.com ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Setidaknya 12 orang tewas akibat sejumlah ledakan di sebuah bioskop sedang memutar film porno di Kota Peshawar, Pakistan. Sementara 17 orang ikut terluka dalam peristiwa itu.

Polisi senior di Peshawar, Ijaz Ahmed, mengatakan tiga granat menghantam bioskop Shama, sinema terkenal kerap memutar film esek-esek, seperti dilansir stasiun televisi CNN, Rabu (12/2). Satu ledakan terjadi di dalam bioskop dan dua lagi di luar gedung.

Bioskop itu sebelumnya sudah mendapat ancaman akan diserang bom. Polisi juga sudah menyarankan pemasangan alat pendeteksi logam di luar bioskop. Tapi saran polisi tidak digubris.

Seorang saksi bernama Waliur Rahman mengatakan kepada CNN, dia sedang menonton film ketika ledakan mengguncang gedung bioskop. Orang kemudian lari berhamburan keluar.

"Saya hanya melihat asap dan debu. Ledakan pertama diikuti ledakan berikutnya. Lalu ada ledakan lagi," kata dia. 

Belum ada pihak mengaku bertangung jawab atas serangan itu. Peshawar merupakan ibu kota Provinsi Khyber Pakhtunkhwa di sebelah barat laut Pakistan, dan dikenal menjadi markas kubu Taliban.

Juru bicara Tahreek-i-Taliban (kelompok Taliban Pakistan) Shahidullah Shahid membantah pihaknya terlibat dalam serangan itu.

Selama lebih dari tiga dekade Shama hidup tenang padahal mereka berbatasan dengan wilayah tempat Taliban dan Al-Qaidah bermarkas.

Tiga kali sehari puluhan orang memadati gedung bioskop dengan hanya tiga studio itu. Asap ganja bertebaran dengan layar lebar memutar film erotis penuh adegan bercinta. 

Menonton di bioskop ini penuh rasa cemas. Bukan takut digerebek Taliban dan Al-Qaidah namun enggan menghadapi mata-mata penuh sinis masyarakat. Maklum saja, demi mencapai bioskop ini para pelanggan harus melewati pasar kambing dan stasiun bus. Akhirnya mereka kerap menutup muka agar tak dikenali.

Shama hanya memajang satu poster film di depan gedungnya. Semua harga dipukul rata. Anda ingin menyaksikan tayangan di sana harus merogoh kocek Rp 25 ribu lalu akan diantarkan ke studio.

Esek-esek menjadi rumus Shama demi bertahan setelah banyak bioskop di Pakistan terpaksa gulung tikar. Aturan Islam di negara itu melarang layar perak sebab diyakini berdampak buruk bagi jiwa para muslim. Munculnya pelbagai teknologi video, DVD, dan Internet justru mempercepat penurunan jumlah bioskop di sana. Hanya sekitar tujuh gedung pertunjukan itu masih beroperasi itu pun bernafas senin-kamis.

Kelompok militan Taliban Pakistan juga melarang toko-toko di pasar Karkhano, Peshawar, menjual film-film vulgar dan pil penguat syahwat Viagra.

Para penjaga toko di pasar itu mengatakan mereka menemukan pamflet tulisan tangan berisi peringatan itu ketika membuka toko pada Sabtu pagi, seperti dilansir situs asiaone.com, Februari 2013 lalu,

"Menjual obat seks dan film-film vulgar melanggar syariah," bunyi pamflet disebarkan atas nama Tehreek-i-Taliban Khyber.

"Semua terlibat dalam bisnis ini harus menghentikan kegiatannya dan mulai berbisnis halal atau bersiaplah dengan akibatnya," ancam pamflet itu.

Sejumlah penjaga toko yang menerima surat ancaman itu tidak mau dijelaskan identitasnya. Menurut saksi, puluhan toko di Karkhano itu selama ini terang-terangan menjual film porno dan pil viagra.

Pasar di perbatasan di wilayah Khyber itu belakangan ini menjadi lokasi operasi tentara pemerintah Pakistan melawan Taliban. Toko-toko yang menjual CD lagu dan film acapkali diancam oleh kaum Taliban. Ratusan toko menjual DVD dan CD sering dibom oleh militan Taliban.

(mdk/fas)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP