Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perangi kotoran anjing, Pemkot Yerusalem lakukan tes DNA

Perangi kotoran anjing, Pemkot Yerusalem lakukan tes DNA Ilustrasi memelihara anjing. merdeka.com/Shutterstock/Alena Ozerova

Merdeka.com - Pemerintah Kota Yerusalem berupaya mengatasi problem kotoran anjing yang jumlahnya meningkat setiap tahun. Buat memeranginya, Dinas Tata Kota Yerusalem mengambil contoh DNA dari anjing-anjing di kota itu.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Senin (11/6), DNA itu akan dimasukkan ke sebuah bank data berisi informasi sang pemilik anjing. Dengan data ini peneliti di dinas pemerintah bisa melacak hewan yang buang hajat sembarangan.

Dokter hewan yang terlibat dalam proyek ini, Zohar Dvorkin, menyatakan langkah ini bakal efektif mengurangi jumlah kotoran hewan di Yerusalem.

"Pemilik anjing yang malas mengurus kotoran peliharannya tidak akan bisa mengelak karena data mereka kami pegang," ujar Dvorkin.

Kota suci tiga agama ini memiliki populasi anjing peliharaan yang besar. Ada 11 ribu anjing rumahan terdaftar di dinas tata kota. Sebagian besar buang hajat sembarangan. Jika anjing liar dihitung pula, maka jumlah kotoran yang berserakan di jalanan Yerusalem makin besar lagi.   

Ketika sistem pelacakan ini berjalan dan si empunya anjing nekat tidak menjaga kebersihan, denda besar menanti. Pemilik anjing yang buang kotoran sembarangan harus membayar 750 shekel atau setara Rp 1,8 juta.

Pemerintah Kota Israel menargetkan 70 hingga 80 persen DNA anjing peliharaan resmi selesai didata tahun ini. Berikutnya, seluruh populasi, termasuk anjing liar.

Bukan cuma pertikaian antar agama yang bikin runyam Yerusalem. Rupanya anjing pun ikut berulah di sana. (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP