Penyebab ISIS Sekarang Meredup dan Tak Berkutik
Merdeka.com - Wilayah kekuasaan Negara Islam Irak dan Suriah atau yang dikenal ISIS di Timur Tengah makin menyempit. Anggota-anggotanya banyak yang menyerahkan diri. Pasukan ISIS banyak yang kalah.
Wilayah ISIS, yang dulu seluas Inggris, telah menyusut setelah empat tahun perang yang didukung Amerika dan pertempuran darat oleh para pejuang milisi Kurdi dan Syiah. Yang tersisa adalah sebuah desa kecil di Suriah tenggara yang bisa hancur kapan saja.
Lalu, apa penyebab kekalahan ISIS hingga ribuan anggotanya menyerahkan diri?
Pasukan Rusia Serang Ladang Minyak ISIS
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comISIS pernah mengalami masa kejayaan ketika mereka menguasai sebagian wilayah Irak dan Suriah. Tak hanya itu, mereka juga memperluas kekuasannya hingga ke wilayah Libya, Nigeria, Afghanistan, Afrika Selatan hingga Afrika Utara.
Namun masa kejayaan ini mulai berakhir. Pasukan Rusia menyerang ladang minyak ISIS, satu-satunya sumber pendapatan terbesar ISIS. Akibatnya, pemasukan ISIS dari segi keuangan mulai kacau.
Banyak anggota kelompok yang membelot karena penghasilan mereka dipotong dan tidak diberi jatah makan. Persediaan senjata pun semakin berkurang sehingga mereka kalah kuat saat berperang. Puncaknya, wilayah kekuasaan ISIS semakin menyusut karena berhasil direbut kembali.
Menurut juru bicara Pasukan Demokratik Suriah (SDF) Mustafa Bali, sekitar 3.000 anggota ISIS meninggalkan benteng pertahanan terakhir mereka di Suriah.
Pentolan-Pentolan ISIS Tewas Saat Menyerang
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comKekalahan ISIS juga merupakan dampak dari banyaknya pentolan ISIS yang dikabarkan tewas dalam serangan. Salah satunya adalah seorang pemimpin ISIS dikenal sebagai 'emir' sekaligus 'menteri perang' yang pernah dilatih Amerika Serikat, Deir Azzor Abu Muhammad al-Shimali.Bukan hanya al-Shimali saja yang diberitakan tewas, pemimpin ISIS Baghdadi juga berkali-kali dikabarkan tewas dalam serangan udara Rusia. Meski kabar tersebut belum bisa dipastikan karena tidak ada bukti yang akurat, namun hal itu cukup membuat struktur organisasi kepemimpinan ISIS jadi tumbang.
Pasukan Suriah Terus Serang Wilayah ISIS
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPasukan Demokratis Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat mengklaim telah merebut 41 wilayah yang diduduki militan ISIS. Mereka ingin membersihkan kantong terakhir yang dikuasai kelompok militan itu. Pasukan SDF juga membombardir Baghouz sejak Minggu 11 Maret. Serangan dilakukan lewat udara dan menembaki Baghouz, wilayah kekuasaan ISIS di Suriah Timur. Namun serangan dihentikan sementara setelah 3.000 anggota ISIS meninggalkan benteng pertahanan terakhir mereka di Suriah.Serangan ini dilakukan memungkinkan orang-orang meninggalkan desa untuk menyerahkan diri. Di luar Baghouz, militan ISIS kabarnya masih beroperasi di daerah-daerah terpencil di negara itu.
(mdk/has)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya