Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penjara Turki larang napi baca novel klasik macam Ali Baba dan The Little Prince

Penjara Turki larang napi baca novel klasik macam Ali Baba dan The Little Prince novel the little prince. ©crisis magazine

Merdeka.com - Kementerian Kehakiman Turki melarang para narapidana kasus terorisme membaca novel-novel klasik seperti Ali Baba, The Little Prince, dan Forty Thieves, dengan alasan buku-buku itu bisa dijadikan alat 'sandi komunikasi'.

Media lokal menyebutkan aparat keamanan sudah melarang novel-novel semacam itu di sebuah penjara dengan tingkat keamanan ketat di Kota Diyarbakir, sebelah timur laut Turki. Media lokal mengutip sebuah dokumen yang memperkuat kabar itu. Kebijakan ini sebetulnya sudah dimulai sejak awal Desember namun media setempat baru mendapatkan dokumen tersebut pekan ini.

Laman Russia Today melaporkan, Sabtu (30/12), larangan ini sudah disampaikan Kementerian Kehakiman sejak tahun lalu. Para narapidana terorisme hanya dibolehkan mendapatkan buku dari luar berupa buku-buku teks untuk pelajaran. Semua buku selain buku teks yang boleh dibaca hanya apa yang tersedia di perpustakaan penjara.

novel the little prince

novel the little prince ©ecnewman

Buku-buku yang dilarang masuk ke penjara Diyarkbakir di antaranya novel The Little Prince, Robinson Crusoe, Peter Pan, Tom Sawyer, Ali Baba, dan Forty Thieves dan sejumlah novel lain.

Menurut pihak berwenang buku-buku itu sudah diperiksa dan dalam dokumen tadi disebutkan, buku-buku itu berisi muatan berbahaya dan berpontensi 'merusak intitusi penjara'.

"Mengendalikan keluar masuknya buku di penjara adalah penting di tengah perjuangan melawan terorisme di masa situasi negara dalam keadaan darurat," ujar pernyataan di dalam dokumen negara itu. (mdk/pan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP