Pengarang Harry Potter JK Rowling tolak boikot seni budaya Israel
Merdeka.com - Sejumlah tokoh politik Inggris dan pengarang buku Harry Potter JK Rowling menyerukan penolakan terhadap pemboikotan seni budaya Israel.
Rowling dan sejarawan Simon Schama serta beberapa tokoh anggota parlemen dari Partai Konservatif menandatangani surat terbuka yang berisi penolakan itu. Surat itu dipublikasi oleh koran the Guardian. Dalam surat itu mereka menyerukan dialog untuk menyelesaikan konflik Israel dan Palestina dan menyatakan tidak perlu memboikot seni budaya Israel.
Sebelumnya pada Februari lalu muncul surat terbuka yang menyerukan embargo terhadap seni budaya Israel.
"Kami tidak percaya boikot budaya itu bisa diterima dan surat terbuka sebelumnya mewakili pandangan terhadap seluruh budaya dunia di Inggris," bunyi surat itu, seperti dilansir Russian Today, Sabtu (24/10).
"Boikot budaya terhadap Israel itu bersifat memecah belah dan diskriminasi serta tidak akan menimbulkan perdamaian."
Surat terbuka itu ditandatangani oleh sekitar 150 tokoh. Sedangkan surat boikot sebelumnya pada Februari lalu ditandatangani oleh lebih dari 600 orang.
Surat sebelumnya yang digagas oleh musisi Brian Eno dan sutradara Ken Loach menyatakan ,"sejak Perang Gaza musim panas lalu, warga Palestina terus-menerus menderita akibat serangan Israel."
"Israel tidak hanya menggempur di medan perang tapi juga di bidang seni budaya. Pasukan Israel menyerang institusi budaya Palestina dan melarang kebebasan berkarya para seniman," lanjut surat musisi dan sutradara tersebut.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya