Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengadilan AS Panggil Pangeran Muhammad Bin Salman untuk Disidang Via WhatssApp

Pengadilan AS Panggil Pangeran Muhammad Bin Salman untuk Disidang Via WhatssApp pangeran muhammad bin salman. ©SPA

Merdeka.com - Dokumen baru yang diajukan ke pengadilan federal AS menunjukkan putera mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman (MBS), dipanggil pengadilan melalui WhatsApp bulan lalu atas tuduhan penyiksaan dan mengarahkan upaya pembunuhan mantan penasihat keamanan Saudi.

Pengadilan Washington, DC juga mengirim panggilan - pemberitahuan resmi dari tuntutan hukum yang diberikan kepada orang yang dituntut - kepada sembilan pejabat Saudi lainnya melalui WhatsApp - termasuk Badr Al-Asaker, Saud Al-Qahtani, dan Ahmed Asiri, menurut dokumen pengadilan.

Thomas Musters, penyelidik forensik komputer, mengonfirmasi dalam pernyataan tertulis yang diajukan ke pengadilan pada Kamis bahwa berkas perkara berhasil dikirim di WhatsApp pada 22 September dan ditandai telah dibaca oleh ponsel MBS 20 menit kemudian, seperti dilaporkan Business Insider, dilansir Aljazeera, Senin (2/11).

MBS diduga menggunakan WhatsApp untuk memata-matai CEO Amazon Jeff Bezos dan untuk meretas telepon jurnalis Saudi Jamal Khashoggi, yang dibunuh oleh agen Saudi di konsulat Saudi di Istanbul pada Oktober 2018.

Dalam gugatan tersebut, mantan penasihat keamanan, Saad Al Jabri, menuduh MBS mengirim 50 orang "regu pembunuh" dari Arab Saudi ke Kanada dalam upaya untuk "melenyapkannya" pada Oktober 2018, tetapi Saudi ditolak masuk ke perbatasan.

Al-Jabri mengklaim upaya pembunuhan itu terjadi beberapa hari setelah pembunuhan Khashoggi. Beberapa badan intelijen, termasuk CIA menyimpulkan MBS memerintahkan pembunuhan Khashoggi - tuduhan yang dibantah Riyadh.

Tuduhan Korupsi

Al-Jabri adalah mantan kepala intelijen di bawah mantan Putra Mahkota Mohammed bin Nayef, yang digulingkan MBS dalam kudeta istana 2017.

Arab Saudi telah mengeluarkan pemberitahuan merah Interpol yang meminta pemulangan Al-Jabri dan mendesak negara lain untuk mengirimnya kembali ke Arab Saudi, menuduh mantan perwira intelijen itu melakukan korupsi.

Al Jabri dilaporkan memiliki akses ke informasi sensitif yang dikhawatirkan MBS dapat membahayakan.

Dalam kasus pengadilan 22 September, Al Jabri disebut sebagai "aset intelijen AS".

Pihak berwenang Saudi menangkap dua anak dan saudara laki-laki Al Jabri pada Maret sebagai pancingan agar dia kembali dari pengasingan di Kanada.

Panggilan untuk MBS juga dikeluarkan pada bulan Agustus oleh pengadilan DC.

Gugatan tersebut menegaskan MBS memerintahkan penahanan dua anak Al Jabri, yang hilang dari rumah mereka di Riyadh, dan kerabat lainnya juga telah ditangkap dan disiksa “semuanya dalam upaya untuk memancing Dr Saad kembali ke Arab Saudi untuk dibunuh".

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP