Penembak masjid Quebec sempat minta uang dan ngaku 'cinta Allah'
Merdeka.com - Pelaku penembakan di Masjid Kota Quebec, Kanada ternyata sempat mendatangi lokasi kejadian beberapa jam sebelum pembunuhan berlangsung. Dia sempat meminta uang dan mengawasi masjid tersebut sebelum kembali dengan senjata dan membunuh enam orang saat sedang salat isya.
Dilansir Reuters, Kamis (2/2), sejumlah jemaah terkejut ketika mengetahui Alexandre Bissonnette (27), pelaku penembakan, merupakan sosok yang ditemuinya sebanyak dua kali di luar masjid, beberapa hari sebelum kejadian.
"Saya ingat wajahnya," ujar salah satu jemaah masjid Lhoussine El Manoug, menunjukkan reaksinya saat wajah pelaku disebarluaskan sejumlah media.
Bissonnette, dia diajukan ke pengadilan Senin (30/1) dengan enam tuduhan pembunuhan berencana tingkat satu, dan lima kasus pembunuhan dengan senjata api.
El Manoug mengungkapkan, pertemuan dengan pelaku berlangsung tiga hari sebelum penembakan terjadi. Bissonnette muncul di sekitar masjid sekitar pukul 7.45 and 8 waktu setempat. Waktu itu sama saat dia menembaki sejumlah jemaah yang sedang salat.
Saat itu, pelaku mengenakan jaket hitam dan membawa tas punggung. Tak hanya itu, pelaku juga mengucapkan kalimat yang baginya sangat aneh. Dia berkata, "saya cinta Allah. Saya sudah lihat foto-foto Allah."
El Manoug menduga pria asing itu tidak tahu banyak tentang Islam, tetapi dia tidak melihat hal-hal yang mencurigakan. "Saya pikit dia adalah seseorang yang ignorant," katanya.
Tak hanya itu, Bissonnette mengaku sedang perjalanan menuju Montreal dan tengah membutuhkan uang. Namun, El Manoug mengaku tidak punya uang sepeserpun, dan mereka melanjutkan perbincangan di luar masjid.
Tiga malam berikutnya, El Manoug selamat dalam aksi penembakan yang dilakukan Bissonette, hanya beberapa menit setelah pelaku meninggalkan masjid. Setelah peristiwa mengerikan itu, El Manoug membuka internet dan melihat foto pelaku saat ditangkap.
"Saya tak membayangkan pelaku itu ternyata dia," tutup El Manoug.
Enam orang dilaporkan tewas akibat penyerangan di sebuah masjid Pusat Kebudayaan Islam di Quebec, Kanada. Dari laporan saksi mata, pelaku ada tiga orang.
Insiden penembakan terjadi saat para korban tengah melakukan salat isya. Dua orang sudah ditangkap pihak kepolisian, dan saat melakukan aksinya, mereka membawa senjata AK-47.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya