Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penembak di Las Vegas dikenal sebagai miliuner properti penyayang ibu

Penembak di Las Vegas dikenal sebagai miliuner properti penyayang ibu Stephen Paddock. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Penembakan brutal yang terjadi di konser musik country Las Vegas disebut-sebut sebagai insiden teror era modern terparah dalam sejarah Amerika Serikat. Sebanyak 58 orang tewas sementara 500 orang lainnya terluka dalam insiden itu.

Pelaku penembakan diidentifikasi sebagai Stephen Paddock, pria kulit putih berusia 64 tahun, yang sebelumnya berprofesi sebagai akuntan.

Kakak Paddock, Eric Paddock, mengaku tidak menyangka adiknya tega melakukan pembantaian terhadap puluhan orang. Dia juga tidak melihat motif di balik penembakan yang dilakukan adiknya, mengingat selama ini hidupnya terbilang baik-baik saja.

"Dia hanya seorang pria biasa. Dia juga tidak memiliki masalah keuangan selama ini. Kami sama sekali tidak menyangka dan kami pun tercengang dengan kejadian ini," aku Eric saat diwawancarai di Orlando, seperti dilansir dari laman metro.co.uk, Selasa (3/10).

Eric juga menyebut sikap adiknya terhadap keluarga selama ini baik. Dia juga rutin membantu ibunya dalam bentuk finansial.

"Baru-baru ini dia mengirim alat bantu jalan untuk ibu yang sudah berusia 90 tahun lewat jasa pengiriman," paparnya.

Pada kesempatan tersebut, Eric juga menyampaikan rasa bela sungkawa terhadap para korban dan juga keluarga yang ditinggalkan.

"Kami turut berduka cita kepada para korban dan juga seluruh keluarga mereka," sesalnya.

Sementara itu berdasarkan keterangan polisi, Paddock disebut sebagai mantan akuntan yang hidup berkecukupan. Dia juga disebut sebagai miliuner yang memiliki usaha di bidang properti.

Paddock melepaskan tembakan dari kamar di lantai 32 Mandalay Bay Hotel and Casino yang disewa beberapa hari sebelumnya.

Saat penembakan, Tim SWAT menerobos maju menggerebek kamar tersebut. Mereka menemukan Paddock sudah tewas bunuh diri. Polisi juga mengaku menemukan 16 pucuk senjata dan ratusan amunisi di kamar itu.

Pada penggeledahan lanjutan, polisi menemukan 18 pucuk senjata dan ribuan senjata di rumah Paddock di Mesquite. Ada juga bahan peledak di mobilnya. Diduga dia membeli semua senjata itu pada musim semi lalu. Negara bagian setempat memang longgar pada kepemilikan senjata api.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP