Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penelitian: Pasien Covid-19 Lebih Berisiko Alami Masalah Jantung

Penelitian: Pasien Covid-19 Lebih Berisiko Alami Masalah Jantung ilustrasi jantung. cardiomyopathy.org

Merdeka.com - Orang yang terinfeksi Covid-19 lebih berisiko menderita penyakit kardiovaskuler, dan itu bisa terjadi setahun setelah infeksi. Hal ini merupakan hasil analisis data kesehatan AS oleh para peneliti Universitas Washington.

Komplikasi itu termasuk pengurangan ritme jantung, radang jantung, pembekuan darah, penyakit arteri koroner, serangan jantung, gagal jantung, atau bahkan kematian, jelas penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine pada Senin (7/2).

Para peneliti sebelumnya menyampaikan, orang yang sehat dan anak muda yang termasuk mengalami masalah jantung.

Penulis penelitian senior, Ziyad Al-Aly, asisten profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Washington di St Louis menyampaikan, pemerintah dan sistem kesehatan harus siap untuk menghadapi kondisi signifikan pandemi Covid terhadap meningkatnya penyakit kardiovaskuler.

"Karena sifat kronis kondisi ini, kemungkinan akan memiliki konsekuensi panjang bagi pasien dan sistem kesehatan dan juga memiliki dampak luas pada produktivitas ekonomi dan harapan hidup," tulis Al-Aly di Twitter pada Senin.

"Mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh Covid panjang akan membutuhkan strategi respons global jangka panjang yang sangat dibutuhkan, tetapi sejauh ini kurang, mendesak dan terkoordinasi," lanjutnya, seperti dilansir South China Morning Post, Rabu (9/2).

Untuk penelitian tersebut, para peneliti menganalisis rekam medis anonim dalam database Departemen Urusan Veteran AS. Mereka melihat catatan 153.760 orang yang dites positif Covid-19 dari 1 Maret 2020 sampai 15 Januari 2021.

Informasi kesehatan ini lantas dibandingkan dengan dua kelompok kontrol: lebih dari 5,6 juta pasien yang tidak terinfeksi Covid selama periode itu; dan lebih dari 5,8 juta orang yang menjadi pasien pada 2017, sebelum pandemi.

Penelitian ini tidak memberikan rincian varian virus corona apa yang menginfeksi para pasien ini atau berapa banyak yang telah divaksinasi, tapi vaksin tidak tersedia secara meluas pada periode itu dan varian Delta dan Omicron belum muncul.

Kesehatan jantung menyusul dan dianalisis selama periode sekitar satu tahun. Para peneliti menemukan penyakit kardiovaskuler termasuk gagal jantung dan kematian terjadi pada 4 persen lebih orang yang terinfeksi Covid daripada mereka yang tidak terinfeksi.

Dibandingkan dengan mereka yang ada dalam kelompok kontrol, orang yang terpapar Covid 72 persen lebih mungkin mengalami penyakit arteri atau jantung koroner, 63 persen lebih mungkin mengalami serangan jantung, dan 52 persen lebih mungkin mengalami stroke.

Para peneliti mengatakan, risiko masalah jantung setelah terinfeksi Covid adalah bukti nyata terlepas dari usia, jenis kelamin, dan faktor risiko kardiovaskuler lainnya termasuk obesitas, hipertensi, diabetes, dan penyakit ginjal kronis, dan bisa terjadi pada orang yang sebelumnya tidak menderita penyakit kardiovaskuler.

Mereka mengatakan, risiko tersebut juga nyata di antara mereka yang belum mengalami rawat inap selama fase akut penyakit tersebut - sebuah kelompok mewakili mayoritas orang yang pernah terinfeksi Covid-19. Dan risiko tersebut meningkat berdasarkan tingkat keparahan Covid yang mereka alami, dari tidak rawat inap sampai rawat inap dan ICU.

Para peneliti menyimpulkan ada risiko besar masalah kardiovaskuler setelah melewati fase akut Covid-19, bahkan setelah setahun, dan strategi perawatan setelah infeksi harus memperhatikan kesehatan dan penyakit jantung.

"Temuan ini menekankan perlunya strategi optimalisasi berlanjut untuk pencegahan utama infeksi Sars-CoV-2," tulis para peneliti, mengacu pada virus penyebab Covid-19.

"Cara terbarik untuk mencegah Covid panjang dan komplikasinya yang tak terhitung, termasuk risiko gejala sisa kardiovaskular yang serius, adalah pertama-tama mencegah infeksi Sars-CoV-2."

Mengingat meningkatnya jumlah orang secara global yang terinfeksi Covid-19, risiko ini berpotensi mempengaruhi sejumlah besar orang di seluruh dunia, menurut para peneliti.

Lebih dari 397 juta orang telah terinfeksi virus di seluruh dunia, dengan lebih dari 5,75 juta kematian, sejak pandemi dimulai.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP