Penelitian: Banyak Orang Alami Mimpi Buruk Selama Pandemi Covid-19
Merdeka.com - Sebuah penelitian yang diterbitkan Kamis kemarin di jurnal Frontiers in Psychology menemukan, banyak orang mengalami mimpi terkait pandemi serta mimpi buruk. Selama tidur pikiran mereka tidak dapat lepas dari kenyataan.
Penelitian yang dilakukan di Finlandia ini mensurvei 811 penduduk sekitar enam pekan setelah karantina Covid-19 di negara tersebut. Selama sepekan, peserta mencatat berapa lama mereka tidur serta apa saja yang dimimpikan.
Hampir sepertiganya mengatakan mereka lebih sering bangun di malam hari dibandingkan dengan pola tidur sebelum pandemi. Lebih dari seperempat mengalami lebih banyak mimpi buruk yang cenderung lebih umum di antara mereka yang melaporkan tingkat stres lebih tinggi.
Terlebih lagi para peneliti mencatat pola mimpi terkait pandemi tertentu seperti penularan virus corona, alat pelindung diri, distopia, kegagalan dalam jarak sosial, dan kiamat dinilai sebagai pandemi khusus.
“Kami tidak benar-benar tahu apa fungsi biologis dari mimpi, mereka selalu menjadi cara yang tidak masuk akal untuk memproses kekuatan yang menghantui kami sepanjang hari,” jelas Dr Kevin Nelson, ahli saraf neuromuskuler yang berafiliasi dengan University of Kentucky, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, seperti dikutip dari NBC News, Jumat (2/10).
Secara keseluruhan, penelitian tersebut memperkirakan 33 kelompok berbeda dengan pola mimpi serupa dengan lebih dari setengahnya terkait pandemi.
Mimpi Sakit Sampai Diserang Hewan
Dr Deirdre Barrett, seorang psikolog di Universitas Harvard telah mengumpulkan lebih dari 10.000 laporan mimpi di seluruh dunia sejak awal pandemi. Dia juga menemukan pola yang berkolerasi dengan kecemasan Covid-19, seperti mimpi menjadi sakit karena virus, dan mimpi metafora yang mencakup bencana alam atau kekerasan.
Pada awal pandemi, Barrett mengatakan banyak orang memimpikan serangga dan monster.
“Saya melihat beberapa jenis serangga terbang, berkerumun,” katanya, menambahkan beberapa melaporkan mimpi tentang “massa cacing menggeliat datang ke arah mereka, atau pasukan kecoak berlari ke arah mereka”. Namun, jelasnya, tidak ada laporan tentang serangga yang lebih berbahaya seperti sejenis kumbang.
Sementara beberapa orang mampu mengendalikan mimpinya sampai tingkat tertentu melalui lucid dream atau setengah sadar, kemampuan itu tidak diketahui.
Tetapi ada cara untuk mengatur suasana hati jika Anda mau tidur yang paling nyenyak dan senyaman mungkin, yakni menghindari hal-hal seperti menonton berita dan apa yang disebut doomscrolling atau membaca berita buruk di media sosial pada larut malam, akan menjadi salah satu cara utama untuk mempersiapkan otak sebelum tidur.
Nelson juga menyarankan teknik meditasi untuk “mengalihkan beberapa pikiran daripada merenungkan tentang masalah siang hari sebelum Anda tertidur”.
Sebaliknya, Barrett merekomendasikan untuk memvisualisasikan dengan tepat apa yang ingin Anda mimpikan sebelum tidur seperti memikirkan orang tersayang yang tidak dapat ditemui selama pandemi atau tempat yang ingin Anda kunjungi setelah pandemi.
Reporter Magang: Galya Nge
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya