Pendukung Trump mengaku bakal dibunuh pemilih Partai Demokrat
Merdeka.com - Beberapa anggota electoral college mengaku mendapatkan banyak ancaman karena menyuarakan dukungan untuk presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump. Mereka diminta untuk tidak memberikan suara untuk Trump dari Partai Republik.
Salah satu pemilih bernama Michael Banerian, dari Universitas Oakland, mengaku mendapat ancaman pembunuhan yang dikirim melalui surat pos, surat elektronik, media sosial Twitter dan Facebook.
"Seseorang mengancam akan menempatkan peluru di mulut saya," kata Banerian seperti dilansir dari laman Daily Mail, Jumat (16/12).
Selain Banerian, Sharon Geise, seorang nenek yang tinggal di Mesa, Arizona, mengatakan ketika bangun tidur, dia menemukan 1.500 email baru yang menuntut dirinya agar tidak memilih Trump.
"Surat elektronik itu berdatangan terus menerus. Mereka menguasai iPad saya (dengan surat elektronik)," kata Gaise.
"Kelihatan sekali mereka mau mengubah keputusan mereka. Tetapi saya juga tidak akan mengubahnya (untuk memilih Trump)," sambungnya.
Beberapa pemilih di Georgia, Idaho, Tennessee, Utah dan Michigan juga telah melaporkan mereka mendapatkan ancaman serupa.
Tak hanya teror melalui media sosial, upaya agar para pemilih Trump membelot juga dilakukan oleh kelompok Universitas Harvard yang dipimpin Profesor Lawrence Lessig.
Kelompok ini menawarkan nasihat hukum gratis kepada pemilih yang akan membelot dari jumlah suara populer.
"Ini sudah sampai batas penyuapan. Keputusan para pemilih bahkan bisa dijual kepada penawar tertinggi," kata Patricia Allen, salah satu pendukung Trump dari Tennessee.
Di Utah, ada kelompok lain bernama Demokrasi dan Kemajuan PAC yang telah memasang iklan satu halaman penuh di Salt Lake City, Utah. Dalam iklan tersebut, ditulis bahwa para pemilih 'tidak terikat' untuk memilih Trump.
AS memang memberlakukan hukum bagi yang memaksa pemilih untuk memilih pemenang dari suara populer. Namun, tidak ada sanksi hukum bagi pemilih yang memutuskan untuk membelot.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya