Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Suporter Glasgow Celtic dukung mogok makan Palestina

Suporter Glasgow Celtic dukung mogok makan Palestina Pendukung klub sepakbola Skotlandia Glasgow Celtic mengibarkan bendera Palestina sebagai wujud dukungan pada pejuang di Gaza. (c) dokumentasi/http://weareallhanashalabi.wordpress.com

Merdeka.com - Pendukung klub sepakbola Glasgow Celtic sejak dua bulan terakhir rutin mengibarkan bendera Palestina. Suporter tim asal ibu kota Skotlandia ini juga mendukung mogok makan yang dilakukan tahanan asal Jalur Gaza.

Stasiun televisi Aljazeera melaporkan, Kamis (14/6), aksi ini pertama kali dilakukan saat para pendukung merayakan kemenangan Celtic sebagai juara Liga Skotlandia 7 April lalu. Sejak itu para suporter rutin memasang spanduk bertuliskan 'harga diri lebih berharga dibanding makanan'. Beberapa orang juga membuat situs mendukung pegiat Palestina Hana Shalabi.

Glasgow Celtic adalah klub sepakbola yang didukung imigran Irlandia. Mereka rata-rata beragama Katolik Roma. Akibat status sebagai minoritas di Skotlandia, pendukung Celtic kerap mendapat diskriminasi dan bekerja sebagai buruh. Sebagian besar menganut ideologi kiri.

Aksi teranyar fans Celtic mendukung mogok makan yang dilakukan bintang sepakbola Palestina Mahmud Sarsak. Dia sudah ditahan selama tiga tahun. Sarsak dituding terlibat kelompok militan Jihad Islami.

Saat ini Sarsak dalam kondisi kritis karena 89 hari tidak makan. Berdasarkan hukum militer Israel, negara Zionis itu bisa menahan seseorang yang dianggap mengancam keamanan negara – kebanyakan warga Palestina – tanpa melalui proses peradilan.

Masa penahanan enam bulan dan bisa diperpanjang jika dianggap perlu.  Hal ini yang membuat ratusan pegiat Palestina mogok makan sejak tiga bulan terakhir.

Sejarawan Skotlandia David Potter menilai dukungan pendukung Celtic itu wajar. Mereka punya rekam jejak antikolonialisme. "Mereka sejak lama mendukung gerakan antipenjajahan di penjuru bumi karena merasa mendapat perlakukan serupa oleh Inggris," ujar Potter.

Imigran Irlandia di Glasgow rata-rata warga yang kabur karena represi Inggris di abad 19. Tidak sedikit dari mereka dahulu pejuang yang ingin merdeka dari sistem persemakmuran Britania Raya.

Pendukung fanatik Celtic, dinamai Brigade Hijau, secara politis sudah menyatakan dukungan atas kemerdekaan Palestina sejak 1980-an. Kelompok yang kerap berbuat onar ini juga sering mengibarkan bendera Basque, wilayah pemberontak Spanyol.

Sikap fans Celtic berkebalikan dari para pendukung Glasgow Rangers, klub sekota yang juga rival abadi. Rangers didukung mayoritas Kristen Protestan yang menyokong Israel.

Meski demikian, tidak berarti mereka sepakat Palestina pantas dijajah. Pemimpin kelompok suporter Rangers, Alasdair McKillop menilai aksi mengibarkan bendera Israel hanyalah cara membedakan diri dari pendukung Celtic.

"Bila anda tanya ke akar rumput, tidak semua sepakat aksi Israel. Kami melakukannya agar berbeda dari pendukung Celtic," kata McKillop.

Dua klub sepakbola ini sejak puluhan tahun terlibat perseteruan sektarian. Perkelahian antar suporter karena faktor agama dan ekonomi menjadi pemandangan sehari-hari di Ibu Kota Glasgow.   (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP