Pendiri Huawei Bantah Perusahaannya Jadi Mata-Mata China
Merdeka.com - Pendiri perusahaan teknologi China, Huawei, Ren Zhengfei, hari ini membantah tuduhan perusahaannya jadi alat mata-mata pemerintah China. Dia juga menuturkan kangen dengan putrinya yang saat ini masih ditahan pemerintah Kanada.
Dilansir dari laman Channel News Asia, Selasa (15/1), Meng Wanzhou, direktur keuangan Huawei, ditangkap di Kanada bulan lalu atas permintaan pemerintah Amerika Serikat atas tuduhan bekerja sama dengan Iran.
"Huawei tidak pernah menerima permintaan dari pemerintah mana pun untuk menyediakan informasi yang tidak benar," kata Ren seperti dikutip harian the Financial Times dalam wawancara dengan sejumlah wartawan di Kota Shenzen.
"Saya masih mencintai negara saya, saya mendukung Partai Komunis, tapi saya tidak akan pernah menyakiti negara mana pun di dunia ini," kata dia.
Huawei membenarkan pernyataan Ren itu kepada kantor berita Reuters. Ren yang merupakan mantan pejabat militer mendirikan Huawei pada 1987 dan dia menjaga dirinya tetap tidak mencolok. Ren mengatakan dia memiliki 1,14 persen saham Huawei.
Hubungan Beijing dan Ottawa memanas sejak penangkapan Meng. Kementerian Luar Negeri China hari ini mengatakan penangkapan itu pelanggaran hukum. Kemarin China menghukum mati seorang warga Kanada karena tuduhan penyelundupan narkoba. Peristiwa itu kian memperburuk hubungan kedua negara.
Huawei, perusahaan telekomunikasi terbesar di dunia, belakangan mendapat tekanan dari negara Barat karena hubungannya dengan pemerintah China dan Amerika Serikat menuding perangkat buatan mereka bisa dipakai memata-matai oleh Bejing.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump Agustus lalu menandatangani undang-undang yang melarang pemerintah AS memakai perangkat Huawei dan dia mempertimbangkan akan mengeluarkan surat perintah presiden yang melarang perusahaan AS memakai perangkat Huawei.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya