Pemulangan WNI dinikahkan dengan militan ISIS terhambat
Merdeka.com - Perempuan Indonesia ditemukan dalam sebuah penggerebekan rumah diduga ditempati pengikut kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Adama, Turki, sudah bertemu dengan perwakilan Indonesia. Namun, kepulangannya masih terhambat karena dia mesti menjalani sejumlah pemeriksaan.
Padahal, menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir, perempuan berinisial T itu sudah merajuk ingin kembali. Indonesia mendesak kepada kantor wilayah Adana mempercepat proses investigasi terhadap T, supaya bisa segera dipulangkan.
"Tanggal 18 Juli kemarin, tim KBRI Ankara bertemu dengan yang bersangkutan di panti asuhan Kota Adana. Yang bersangkutan meminta segera kembali ke Indonesia, saat ini hal tersebut yang sedang kita upayakan," tutur Arrmanatha, dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (20/7).
Dari laporan tim KBRI Ankara, T dalam kondisi baik dan tidak hamil. Sempat beredar kabar remaja 15 tahun itu tengah berbadan dua.
T ditemukan otoritas keamanan Turki di sebuah rumah bersama beberapa orang lainnya. Gadis ini sudah dinikahkan orang tuanya di bawah tangan dengan militan Negara Islam Irak dan Suriah.
Sementara itu, orang tua T sudah dipulangkan ke Indonesia sejak akhir Januari kemarin. Mereka ditangkap otoritas Turki saat hendak menyeberang ke Suriah.
Arrmanatha menyebutkan kedua orang tua T tidak ditangkap saat tiba di Indonesia, dengan alasan karena kasus T belum terkuak.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya