Pemilihan presiden Mesir diharapkan bakal digelar Maret
Merdeka.com - Presiden Mesir akan mengumumkan bahwa pemilihan presiden bakal digelar pada Maret mendatang, dalam sebuah pernyataan yang diharapkan datang beberapa jam setelah hasil akhir dari sebuah referendum konstitusional diumumkan ke publik pada hari ini.
Koran Al Tahrir mengutip Essam Eddine Abdel Aziz, wakil ketua Dewan Negara, mengatakan Presiden Adli Mansur akan memanggil warga Mesir untuk ambil bagian dalam pemilihan presiden, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Sabtu (18/1).
Abdel Aziz yang juga anggota seorang komite pemilihan presiden dan parlemen mengatakan rapat akan dimulai besok.
Pada Desember, sebuah rancangan konstitusi diamandemen untuk memungkinkan pemilihan presiden yang akan diselenggarakan sebelum pemungutan suara parlemen, menunjukkan potensi perubahan dalam rencana transisi politik yang diumumkan oleh militer setelah menggulingkan mantan Presiden Muhammad Mursi pada Juli tahun lalu.
Transisi diluncurkan ketika panglima militer Jenderal Abdel Fattah al-Sisi menggulingkan Mursi dari gerakan Ikhwanul Muslimin yang menyatakan pemilu parlemen harus dilakukan sebelum pemilihan presiden.
Tonggak utama dalam transisi politik Mesir yakni konstitusi harus disetujui dalam sebuah referendum yang digelar pekan lalu.
Konstitusi diharapkan dapat lolos dengan dukungan luar biasa dari banyak warga Mesir, yang melancarkan protes massa melawan kekuasaan Mursi sebelum dia digulingkan.
Konstitusi baru bisa menimbulkan larangan secara terang-terangan terhadap partai Islam dan memperkuat cengkeraman politik bentukan militer yang sudah kuat, yang telah menempatkan posisinya tepat di jantung kekuasaan sejak menjatuhkan Mursi.
Dengan melihat Sisi sebagai calon terdepan untuk kandidat menjadi presiden, beberapa anggota majelis ingin pemilihan presiden diadakan sebelum pemilu legislatif atau bahkan pada saat yang sama, sehingga calon presiden yang kuat dapat membentuk aliansi pemilihan untuk pemilihan parlemen.
Sisi yang memimpin penggulingan terhadap Mursi pada 3 Juli lalu, secara luas dipandang sebagai calon kuat dalam kandidat presiden. Dia diharapkan untuk mengumumkan pencalonannya dalam beberapa hari mendatang.
Ketika simpatisan Ikhwanul Muslimin menganggap Sisi bertanggung jawab atas kematian ratusan pendukung Mursi dalam tindakan keras militer, sementara warga Mesir lainnya melihat dirinya sebagai orang kuat yang diperlukan untuk memulihkan stabilitas di Negeri Piramida itu setelah tiga tahun kekacauan.
(mdk/fas)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya