Pemerintah Suriah gandeng Indonesia tangkal propaganda ISIS
Merdeka.com - Duta Besar Indonesia untuk Suriah Djoko Harjanto pada akhir pekan lalu disambangi Menteri Agama Mohammad Abdel Sattar Al Sayyed. Pemerintah Suriah meminta Indonesia mendukung agenda negaranya menangkal pengaruh kelompok militan, khususnya Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) serta Jabal al-Nusra.
Dubes Djoko menyambut baik permintaan Suriah. Apalagi pemerintah Suriah selama bertahun-tahun memfasilitasi pendidikan agama Islam yang toleran terhadap santri dari Tanah Air. Bahkan, walau dalam kondisi perang, ada 24 santri WNI baru saja tiba untuk belajar agama di negara yang dulu bernama Syam itu, kendati belum mendapat izin tinggal.
"Terima kasih pada pemerintah Suriah terkait fasilitasi dan pengajaran agama Islam kepada para anak didik, pelajar dan mahasiswa dari Indonesia," kata Dubes Djoko dalam keterangan pers diterima merdeka.com, Selasa (10/3).
Pada kesempatan yang sama, Menteri Al Sayyed menyatakan kekacauan di negaranya yang ditimbulkan ISIS sangat mencederai citra agama Islam. Menurutnya, organisasi radikal yang mengaku mendirikan khilafah Islamiyah ini sepatutnya tidak mendapat dukungan, termasuk dari publik Indonesia.
"Indonesia dan Suriah yang sama-sama mengakui eksistensi pluralisme dan menerapkan agama Islam secara damai dan moderat, harus bekerjasama secara aktif menangkal berkembangnya faham radikalisme dan fundamentalisme," kata Menteri Al Sayyed.
Dalam pertemuan ini, turut dibahas keinginan Mufti Besar Suriah untuk berkunjung ke Indonesia. Agendanya hendak bersilaturahmi dengan berbagai tokoh agama di Indonesia guna menjelaskan permasalahan sebenarnya yang terjadi di Suriah. Harapannya, rekrutmen gerakan teror yang sama tidak terjadi di Tanah Air. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya